Senin, 14 Oktober 2024
selamat jalan arya andika widyadana
Sabtu, 27 April 2024
selamat jalan joko pinurbo
Jumat, 20 Januari 2023
Selamat Jalan Maestro Teater dan Pak Guru
Selamat jalan Bapak Norbertus (Nano) Riantiarno (6 Juni 1949 - 20 Januari 2023).
Selamat jalan Bapak KH Ahmad Fuad Effendi (7 Juli 1947 - 20 Januari 2023).
Kamis, 08 September 2022
Hidup Tetap Mengirimkan Pertanda
Tak peduli aku sepakat atau tidak, hirau atau tidak, hidup tetap mengirimkan pertanda padaku seperti sahabat pena satu arah yang bersikeras mengirim surat meski aku tak ingin membalas, apalagi meminta.
(Dee dalam cerpen Firasat)
Turut berdukacita atas wafatnya Reza Gunawan, suami tercinta Dewi Lestari.
Lelaki berhati mulia yang sepanjang hidupnya telah banyak melakukan kebaikan dan membantu sesama manusia, layak belaka mendapatkan tempat terbaik di alam sana. Selamat jalan menuju keabadian.
Jumat, 27 Mei 2022
Selamat Jalan Buya Syafii Maarif
Selamat jalan untuk Buya Syafii Maarif, guru bangsa sejati yang senantiasa menjadi teladan yang baik sepanjang hidupnya. Selamat menempuh kehidupan yang lebih baik di alam selanjutnya dalam kasih sayang rahmat Allah SWT.
Selasa, 15 Maret 2022
Selamat Jalan Pak Diah Tutuko Suryandaru
Selamat jalan untuk Drs. Diah Tutuko Suryandaru (Kepala Taman Budaya Yogyakarta) yang tutup usia pada Selasa, 15 Maret 2022.
Terima kasih untuk semua yang Bapak lakukan bagi perkembangan dan kemajuan kesenian serta kebudayaan di Yogyakarta, terutama untuk AFC (Art for Children).
Semoga mendapatkan tempat terbaik di sana dalam Rahmat Allah SWT. Aamiin...
Rabu, 09 Maret 2022
Selamat Jalan Hilman Hariwijaya
Saking senangnya bocah SMP itu dengan tokoh Lupus, maka dia sering corat-coret mencontoh yang digambarkan Mas Wedha dalam majalah Hai, meskipun nggak mirip. Dia juga kadang membuat puisi pendek tentang idolanya itu.
Selamat jalan, Mas Hilman Hariwijaya. Terima kasih untuk kisah kocak Lupus dkk yang mewarnai masa remajaku dahulu. Semoga mendapat tempat terbaik di sana dalam Rahmat Allah SWT. Aamiin....
Minggu, 09 Januari 2022
Sugeng Tindak Eyang Moeradi
Seminggu yang lalu mengantar kepergian belahan jiwa sahabat kami. Menyaksikan betapa banyak yang kehilangan dan mendoakan seseorang yang baik, perhatian dengan siapa saja, dan selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik dalam setiap langkah kehidupannya.
Hari ini kembali kami kehilangan sosok seseorang yang baik, sesepuh warga di kampung, yang menjadi 'eyang' bagi anak-anak di lingkungan kami. Beliau lah eyang Muradi kakung. Eyang Muradi kakung dan putri tinggal di ujung kompleks perumahan. Sejak kami tinggal di Jogja, beliau sekeluarga sudah terlebih dahulu menempati kompleks perumahan. Saya dan adik sebaya dengan dua putera beliau. Setiap bapak ibu 'kagungan kersa', eyang Muradi kakung putri selalu mendampingi. Ibu suwargi kompak menggiatkan kampung dan tindak haji berdua dengan eyang Muradi putri.
Setelah saya menikah, selalu ada masa saat anak-anak kami dimomong oleh eyang Muradi kakung. Anak cucu tetangga pun dekat dengan beliau. Saat anak cucu tetangga masih bayi, eyang ikut mendorong kereta keliling kompleks. Saat mereka berusia balita, eyang mengajak main lempar bola atau jalan-jalan. Saat anak-anak sudah sekolah, eyang menyiapkan raket dan kok untuk bermain bulutangkis di lapangan kosong yang sekarang sudah menjadi bangunan.
Eyang Muradi kakung juga rajin sekali. Saat masih sehat, setiap pagi menyusuri jalan dan membersihkan sampah dengan sapunya, mengelilingi kampung sambil menyapa para tetangga yang sedang bersih-bersih rumah atau pulang dari pasar. Tak lupa beliau membawa permen untuk dibagikan pada tetangga yang ditemui saat menyusuri jalan.
Hari ini eyang Muradi kakung kondur untuk selamanya. Berbagai kenangan tentang kebaikan eyang Muradi kakung pun muncul di memori eyang Muradi putri dan putra wayah, keluarga, para tetangga, juga siapa saja yang mengenal beliau.
Sugeng tindak, Eyang Muradi ... Semoga husnul khotimah ...
Semoga eyang Muradi putri dan putra wayah ikhlas dan sabar melepas kepergian eyang Muradi kakung. Maturnuwun atas segala kebaikan Eyang.
Innalillahi wa innailaihi roji'un ...
(Hapsari Satya Lestari)
Selasa, 30 November 2021
Selamat Jalan Bung Bens Leo
"Wartawan itu kayak musisi yang mencipta lagu, menulis harus dengan hati. Ada ruhnya," pesan Tonny Koeswoyo sambil memegang dadanya.
(Sambutan Bens Leo dalam buku Kisah dari Hati KOES PLUS karya Ais Suhana).
Selamat jalan, Bung Bens Leo (8 Agustus 1952 - 29 November 2021). Semoga mendapat tempat terindah di alam sana.
Senin, 22 November 2021
Selamat Jalan Ibu Corijati
Selamat jalan untuk Nyi Corijati Mudjijono, ibu pamong kesayangan kami di Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa.
Terima kasih untuk semua kasih sayang Ibu kepada kami.
Semoga mendapat tempat terindah yang tansah berlimpah rahmat Allah.
Rabu, 06 Oktober 2021
Selamat Jalan Gunawan Maryanto
Masih kuingat malam itu, sehabis sebuah pementasan wayang kulit alternatif di kampusku yang melibatkanmu, kita berdua lantas makan secara lesehan di trotoar jalan Solo bersama ia dan istri cantiknya yang tengah hamil tua. Sekian tahun kemudian, kawan karibmu malah bagaikan menapaktilasi langkahmu, yaitu berpisah dari sang istri dan anak lelakinya.
Belasan tahun sudah berlalu. Sahabatmu pada masa kini menjadi figur yang kian dihormati dan diapresiasi berbagai kalangan di seluruh penjuru negeri. Banyak pihak yang mengakui kemampuannya sebagai aktor berkualitas hebat, hingga layaklah ketika sejumlah penghargaan pun telah diterimanya. Karya-karya barunya terus bermunculan dan semakin beragam wujudnya, tapi ia tetaplah lelaki yang ramah dan rendah hati. Buktinya, saban aku dan ia berjumpa tanpa rencana, salah satu di antara kami pasti akan lebih dahulu menyapa. Dalam dua kali pertemuan terakhir kami, aku bisa berbincang dengannya lebih lama ketimbang sebelumnya yang seperti berbasa-basi belaka. Ada kebahagiaan tersendiri yang rasanya menjelma.
Om Adji, kawan karibmu itu hari ini menyusulmu ke alam berikutnya.
Selamat jalan, Mas Gunawan Maryanto (10 April 1976 - 6 Oktober 2021).
Semoga terang dan nyaman kehidupanmu di sana.
Sabtu, 21 Agustus 2021
Selamat Jalan Pak Budi Darma
”Jadilah orang kreatif, bukan orang yang reaktif.”
(pesan Budi Darma kepada Hananto Widodo, putra bungsunya)
Selamat jalan untuk Pak Budi Darma (25 April 1937-21 Agustus 2021).
Kamis, 24 Juni 2021
Karya Sastra yang Jujur dan Berambisi
Kalau kamu sering membaca karya sastra, kamu pasti merasakan mana karya sastra yang ditulis dengan jujur dan sepenuh hati dan mana yang berambisi untuk menjadi perintis atau pelopor. Karya yang baik tidak harus karya perintis atau pelopor itu. Pramoedya itu bukan pelopor, tapi siapa yang berani membantah bahwa karyanya baik. "Pulang" karangan Toha Mochtar tetap menyentuh, mengharukan, indah dan enak dibaca karena ditulis dengan jujur lebih dari 50 tahun lalu. "Mercy" tulisan pemenang Hadiah Nobel, Toni Morrison, yang berkisah tentang penderitaan warga kulit hitam di Amerika tidak membuat pembaca mengerutkan kening, begitu pula karya para pemenang Nobel lainnya.
(Sori Siregar dalam cerpen Saran Seorang Pengarang)
Selamat jalan untuk Pak Sori Siregar (12 November 1939 - 21 Juni 2021).
Jumat, 23 April 2021
Selamat Jalan Radhar Panca Dahana
“Yang membelenggu kita bukan kekuatan-kekuatan luar, entah itu negara agresor, industrialis global, kapitalis tamak, merek ternama atau Hollywood, tapi justru jiwa yang sempit, pikiran yang kerdil, dan imajinasi yang pendek.”
Selasa, 06 April 2021
Selamat Jalan Umbu Landu Paranggi
Maka tanpa rikuh prekewuh dan ragu-ragu lagi masyarakat sastra Indonesia di Yogyakarta dan Bali menyebut Umbu Landu Paranggi : SANG GURU.
(Iman Budhi Santosa)
Setiap ingat Umbu, saya suka membayangkan sabana yang membentang antara tanah perbukitan dan laut yang batasnya cakrawala.
(Sapardi Djoko Damono)
Selamat jalan Sang Guru Umbu Landu Paranggi (10 Agustus 1943 - 6 April 2021).
Jumat, 12 Februari 2021
Selamat Jalan Mas Prie GS
Kamis, 10 Desember 2020
Selamat Jalan Pak Iman Budhi Santosa
"Hidup perlu berbagi karena selama menempuh perjalanan di dunia ini, kita tak pernah benar-benar bisa sendiri."
(kalimat penutup Profesi Wong Cilik)
Kapan pun kematian tidak sia-sia
jika si mati sempat mewariskan kebenaran
dan kejujuran di dunia
(puisi Pengorbanan Jatayu dalam Asam Garam Ramayana-Mahabharata)
Untuk sementara ini hanya empat buku inilah karya beliau yang saya miliki. Namun, ternyata banyak hal bermanfaat yang menambah wawasan, pengalaman, ilmu dan pengetahuan. Demikian pula ketika menyimak ujaran beliau dalam pelbagai acara yang kerap memantik kesadaran berpikir yang baru.
Selamat jalan menuju alam kelanggengan, Pak Iman Budhi Santosa. Terima kasih untuk semua hal yang sudah Bapak bagikan. Semoga tenang dan tenteram di alam sana dalam berkah Allah
Kamis, 10 September 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Sugeng Tindak, Pak Sapardi
Sugeng tindak, Pak Sapardi. Matur nuwun untuk semua karya indah, inspirasi, dan pelajaran hidup yang Bapak bagikan selama ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi pahala yang tiada putusnya. Aamiin...
Sapardi Djoko Damono (20 Maret 1940 - 19 Juli 2020)
Kamis, 09 April 2020
Selamat Jalan Glenn Fredly
(Konser Musik Djaduk Ferianto & Kuaetnika : Nusaswara di TBY, 31/8/2010)
Meski kehujanan sekitar jam 12 malam, namun hati senang menikmati aksi Glenn Fredly. (Ngayogjazz di Pelataran Djoko Pekik, 15/1/2011)
Malamnya saya datang lagi untuk menyaksikan secara langsung performa Tompi dan Glenn Fredly. Sejumlah lagu yang karib di telinga dibawakan oleh mereka dalam dua sesi berbeda. (Mocosik di JEC, 13/2/2017)
Itulah sedikit yang kucatat di masa lalu tentang pengalamanku menonton langsung salah satu musisi favoritku yang baru saja tutup usia dalam usia yang relatif muda.
Selamat menempuh perjalanan baru, Bung Glenn.
Doa dan cinta kami iringi kepergianmu...












