Tampilkan postingan dengan label koes plus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koes plus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 November 2021

Selamat Jalan Bung Bens Leo

 

"Wartawan itu kayak musisi yang mencipta lagu, menulis harus dengan hati. Ada ruhnya," pesan Tonny Koeswoyo sambil memegang dadanya.

(Sambutan Bens Leo dalam buku Kisah dari Hati KOES PLUS karya Ais Suhana).


Selamat jalan, Bung Bens Leo (8 Agustus 1952 - 29 November 2021). Semoga mendapat tempat terindah di alam sana.

Kamis, 19 Agustus 2021

Buku Merah Putih 2021



Indonesia adalah suatu negara yang telah berhasil menjadikan kelemahan potensialnya -kebinekaan- sebagai suatu kekuatan. Baik secara historis maupun sosiologis dan ideologis (di dalam Pancasila), bangsa ini telah mampu menciptakan sistem identitas multilapis nan inklusif: ada ruang untuk identitas lokal, religius, nasional, dan bahkan lintas bangsa. 

(Kolom Udar Rasa Jean Couteau INDONESIAKU Suara dari Tepi Ayung) 


"Saya menghormati Mas Yok dan saudara-saudaranya serta Pak Koeswoyo Senior sebagaimana saya menghormati Sutan Sjahrir, Chairil Anwar, HOS Tjokroaminoto, serta orang-orang yang telah berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Cak Nun yang mengakui bahwa karya-karya Koes Plus banyak memberi inspirasi kepadanya. 

(Kisah dari Hati KOES PLUS Tonggak Industri Musik Indonesia oleh Ais Suhana)  

Rabu, 07 Juli 2021

Referensi Sastra Tonny Koeswoyo

Kepada wartawan majalah Tempo, Putu Wijaya, pada tahun 1972, Mas Tonny mengakui bahwa ia membaca sejumlah buku, seperti Bhagawad Gita, Gitanjali-nya pujangga India, Rabindranath Tagore, serta karya-karya William Shakespeare dan Yasunari Kawabata, pengarang Jepang peraih Nobel untuk sastra. Dan tentu saja juga menyukai karya-karya penyair Indonesia sendiri, seperti Chairil Anwar.

(dikutip dari buku Kisah dari Hati "Koes Plus" Tonggak Industri Musik Indonesia karya Ais Suhana)