Hujan kembali menemani perjalanan pulangku dan aku menikmatinya belaka.
Rabu, 01 Maret 2023
Sore Mengesankan di Gramedia Sudirman
Kamis, 19 Agustus 2021
Buku Merah Putih 2021
(Kolom Udar Rasa Jean Couteau INDONESIAKU Suara dari Tepi Ayung)
"Saya menghormati Mas Yok dan saudara-saudaranya serta Pak Koeswoyo Senior sebagaimana saya menghormati Sutan Sjahrir, Chairil Anwar, HOS Tjokroaminoto, serta orang-orang yang telah berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Cak Nun yang mengakui bahwa karya-karya Koes Plus banyak memberi inspirasi kepadanya.
(Kisah dari Hati KOES PLUS Tonggak Industri Musik Indonesia oleh Ais Suhana)
Kamis, 10 Desember 2020
Selamat Jalan Pak Iman Budhi Santosa
"Hidup perlu berbagi karena selama menempuh perjalanan di dunia ini, kita tak pernah benar-benar bisa sendiri."
(kalimat penutup Profesi Wong Cilik)
Kapan pun kematian tidak sia-sia
jika si mati sempat mewariskan kebenaran
dan kejujuran di dunia
(puisi Pengorbanan Jatayu dalam Asam Garam Ramayana-Mahabharata)
Untuk sementara ini hanya empat buku inilah karya beliau yang saya miliki. Namun, ternyata banyak hal bermanfaat yang menambah wawasan, pengalaman, ilmu dan pengetahuan. Demikian pula ketika menyimak ujaran beliau dalam pelbagai acara yang kerap memantik kesadaran berpikir yang baru.
Selamat jalan menuju alam kelanggengan, Pak Iman Budhi Santosa. Terima kasih untuk semua hal yang sudah Bapak bagikan. Semoga tenang dan tenteram di alam sana dalam berkah Allah
Senin, 19 Oktober 2020
Membaca Kembali yang Lama Tersimpan
Ketika membeli buku baru tak lagi menjadi kebiasaan lantaran keadaan, maka membaca kembali mereka yang sekian masa tersimpan menjadi pilihan.
Senin, 17 Agustus 2020
Buku Merah Putih 2020
Harapan itu tersembunyi di dalam kedalaman batin manusia yang terdalam.
Nikmatilah perubahan itu dengan cara berkesenian. Rasa berkesenian akan mengajak manusia masuk ke dalam pengalaman, bahwa, kendati dan justru karena penderitaan, manusia sesungguhnya selalu mempunyai optimisme dan harapan.
(Sindhunata dalam novel Menyusu Celeng)
Dari wajah-wajahnya
Yang terbakar matahari
Yang tersaput garam lautan
Aku melihat belasan ribu pulau
Terhampar di samudera luas
Jutaan Merah-Putih Berkibar di langitnya
(Maman Suherman dalam puisi Bhinneka Tunggal Cinta)
Dirgahayu Indonesiaku!
Semoga senantiasa berlimpah berkah rahmat-Nya bangsa dan negaraku tercinta.
Senin, 20 Juli 2020
Mengenang Sapardi : Kesederhanaan Sesuatu yang Indah
Meskipun sudah mengenal beliau sebagai penyair kondang, tapi buku karya beliau yang pertama kali saya miliki adalah kumpulan cerpen Membunuh Orang Gila. Saya membelinya di Gramedia Sudirman pada 2006. Setelah itu barulah saya mengoleksi Nokturno : Lirik Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono. Buku ini memuat puisi-puisi yang sangat dikenal publik, seperti Aku Ingin, Di Restoran, Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta, dan Yang Fana Adalah Waktu. Saya membeli buku bersampul biru tersebut di Studio Teater Garasi pada 2010.
Mengutip kata pengantar dalam Membunuh Orang Gila : Lewat kata-kata dalam karya-karyanya, Sapardi bisa memainkan logika dengan amat piawai. Lebih dari itu, Sapardi telah membuktikan bahwa kesederhanaan masih tetap sesuatu yang indah, dan keindahan itu abadi.
Minggu, 19 Juli 2020
Mengenang Sapardi : 19-7-20
Hening adalah
ketika aku
tak lagi
mampu
mengeja
apa pun
yang baru saja
kuucapkan.
(Hening Gendis, halaman 19 Kitab Puisi Perihal Gendis) .
Penyair memilih kata-kata dan menyusunnya sedemikian rupa agar bisa menimbulkan perasaan tertentu bagi yang membacanya.
(Bagian Pertama, halaman 7 Bilang Begini, Maksudnya Begitu)
Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas meterai dan tidak boleh diganggu gugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk. Kata yang ada di Langit sana, kalau baik ya alhamdulilah, kalau buruk ya disyukuri saja.
(Bab Dua, halaman 20 novel Hujan Bulan Juni)
Jumat, 12 Juni 2020
Kembali ke Toko Buku
Aku
belajar dari buku
berguru dari pengalaman
bercermin dari kesalahan
(Kang Maman dalam buku Bhinneka Tunggal Cinta)
Setelah sekian bulan berlalu, akhirnya sejenak kembali ke toko buku yang kini berwajah baru pada Selasa (9/6/20) sore nan cerah. Perlu masa hampir dua jam sebelum bisa menentukan pilihan dan membawa pulang tiga buah buku plus sebuah majalah yang tetap setia terbit di masa pandemi.
Sabtu, 06 Juni 2020
Mencoba Mengenal Bung Karno
Sabtu, 23 Mei 2020
Kehilangan dan Menemukan
adalah
perjalanan
kehilangan.
Hidup adalah
kumpulan perpisahan.
Awal Maret lalu aku mengutip kalimat dalam puisi Jalan Minnah karya Joko Pinurbo tersebut. Sekitar tiga bulan kemudian -saat ini-- hal itu menjadi bagian dari keseharian kita sejak covid-19 memasuki kehidupan kita. Sudah banyak hal yang hilang dan berkumpul bersama menjadi sesuatu yang sungguh kita rindukan. Namun, hidup juga adalah perjalanan menemukan/mendapatkan dan hidup adalah kumpulan perjumpaan.
Hingga Mei kini koleksi buku milikku memang baru bertambah tiga. Beruntunglah aku yang tinggal bersama orang-orang yang gemar membaca. Aku bisa meminjam novel-novel milik kakakku dan buku-buku sejarah koleksi keponakanku. Masih ada pula koleksi buku lawas milik mendiang orangtuaku. Membaca kembali Belajar dari Rumi (Haidar Bagir), Semesta Maulana Rumi (Abdul Hadi W.M), Membaca Sejarah Nusantara (Abdurrahman Wahid), dan buku lainnya membuat hari-hari di rumah saja menjadi tetap bermakna.
Minggu, 17 Mei 2020
Hari Buku Nasional 2020
"Aku masih bisa menikmati sensasi membaca dengan membuka lembaran kertas buku, koran, atau majalah. Kebiasaan membaca tulisan berkualitas lambat laun dapat memperbaiki cara berpikirku dan sikapku menanggapi segala sesuatu." Dikutip dari cerpen Berbincang Menunggu Giliran (2016) dan masih menjadi harapanku hingga kini.
Selamat Hari Buku Nasional.
Sabtu, 11 Januari 2020
Koleksi Buku 2019
Senin, 09 September 2019
Mengikuti Kampung Buku Jogja 5
adalah literasi
cahaya kesadaran budi
setia menyinari akal dan hati
menjaga takhta kuasa nurani
merawat kejernihan pikiran insani
di pelataran kehidupan bersama
agar kemanusiaan terjaga
(Djoko Saryono dalam buku Literasi : Episentrum Kemajuan dan Peradaban) .
Dua kali mendatangi Kampung Buku Jogja 5 di PKKH UGM yang berlangsung pekan lalu, 2-5 September 2019. Pada kesempatan pertama sekalian menyimak obrolan antara Iqbal Aji Daryono dan Sabrang Mowo Damar Panuluh. Lantas, pada kesempatan berikutnya lebih dahulu menikmati pertunjukan bersahaja yang mengesankan dari Reda Gaudiamo. Jadi bertambah lagi koleksi bukuku bulan ini.
Minggu, 18 Agustus 2019
Buku Merah Putih 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Koleksi Buku Gramedia Pustaka Utama Milikku
Jumat, 17 Mei 2019
Selamat Hari Buku Nasional 2019
Rabu, 27 Maret 2019
Pengalaman Mendapat Tanda Tangan Penulis
Kubeli buku sekaligus kuperoleh tanda tangan Mas Kris Budiman dan Ibed Surgana Yuga ketika acara Tahun Baru di JBS. Akhirnya kumiliki juga tanda tangan Gunawan Maryanto kala bertemu di TBY. Oh ya, jauh sebelum itu ternyata ada tanda tangan Dewi Kharisma Michellia pada novel perdananya saat diluncurkan di Gramedia Plasa Ambarukmo.




























