Tampilkan postingan dengan label buku merah putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku merah putih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Agustus 2021

Buku Merah Putih 2021



Indonesia adalah suatu negara yang telah berhasil menjadikan kelemahan potensialnya -kebinekaan- sebagai suatu kekuatan. Baik secara historis maupun sosiologis dan ideologis (di dalam Pancasila), bangsa ini telah mampu menciptakan sistem identitas multilapis nan inklusif: ada ruang untuk identitas lokal, religius, nasional, dan bahkan lintas bangsa. 

(Kolom Udar Rasa Jean Couteau INDONESIAKU Suara dari Tepi Ayung) 


"Saya menghormati Mas Yok dan saudara-saudaranya serta Pak Koeswoyo Senior sebagaimana saya menghormati Sutan Sjahrir, Chairil Anwar, HOS Tjokroaminoto, serta orang-orang yang telah berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Cak Nun yang mengakui bahwa karya-karya Koes Plus banyak memberi inspirasi kepadanya. 

(Kisah dari Hati KOES PLUS Tonggak Industri Musik Indonesia oleh Ais Suhana)  

Senin, 17 Agustus 2020

Buku Merah Putih 2020



Harapan itu tersembunyi di dalam kedalaman batin manusia yang terdalam. 

Nikmatilah perubahan itu dengan cara berkesenian. Rasa berkesenian akan mengajak manusia masuk ke dalam pengalaman, bahwa, kendati dan justru karena penderitaan, manusia sesungguhnya selalu mempunyai optimisme dan harapan. 

(Sindhunata dalam novel Menyusu Celeng) 

Dari wajah-wajahnya 
Yang terbakar matahari 
Yang tersaput garam lautan 
Aku melihat belasan ribu pulau 
Terhampar di samudera luas 
Jutaan Merah-Putih Berkibar di langitnya 

(Maman Suherman dalam puisi Bhinneka Tunggal Cinta) 

Dirgahayu Indonesiaku! 
Semoga senantiasa berlimpah berkah rahmat-Nya bangsa dan negaraku tercinta.

Minggu, 18 Agustus 2019

Buku Merah Putih 2019


Untuk ikut menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-74, sejenak saya menengok koleksi buku yang ada. Ternyata terdapat sejumlah buku yang sampulnya dari samping berwarna merah dan putih. Maka jadilah tumpukan buku merah putih sesuai warna bendera Indonesia.

Beberapa pernyataan menarik dalam sebuah esai di buku Talijiwo karya Sujiwo Tejo : 

"Dosa terbesar orang-orang yang kena Operasi Tangkap Tangan oleh KPK adalah mereka membuat kita semua merasa suci..." 
"Inkonsistensi sedang mengancam bangsa ini. Banyak yang ngakunya suka persatuan. Giliran makan soto, nasinya minta dipisah." 

Hal penting tentang agama dan kemanusiaan, dikutip dari salah satu esai dalam buku Gus Dur Santri Par Excellence yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas : Memaknai ajaran agama, di mata Gus Dur, juga tidak dapat dilepaskan dari sisi kemanusiaannya. Untuk menjadi penganut agama yang baik, selain meyakini kebenaran ajaran agamanya, juga harus menghargai kemanusiaan. "Jika kemanusiaan diabaikan, itu adalah pangkal hilangnya nilai-nilai keagamaan yang benar," katanya.  

Dirgahayu Indonesiaku! Semoga kian cerdas kehidupan bangsaku.