Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2025

tak ada yang baru

 

"Kau ingin jadi pembaru?"

"Sama sekali tak ingin. Tak ada yang baru. Sebagaimana kata Julia Kristeva, kita hidup dalam dunia kutipan bukan? Pengarang pembaru itu tidak ada. Yang ada adalah mereka yang mampu memanfaatkan apa pun yang sudah ada di semesta."

(Triyanto Triwikromo dalam novel Surga Sungsang)

Senin, 03 Maret 2025

yang paling utama

 

Yang paling utama : jangan kehilangan harapan.

( dikutip dari novel Life of Pi karya yann martel)

Senin, 17 Februari 2025

negara dan bumi

 

Negara, seperti halnya rumah, seharusnya adalah tempat perlindungan. Di mana seseorang merasa aman untuk tinggal di dalamnya, merasakan yang baik dan nyata dalam hidup mereka. Bumi memiliki manusia, bukan manusia yang memiliki bumi, itu pasti tidak sama dengan konsep negara dengan warganya. Sebab bukan negara yang memiliki kita, kitalah yang memiliki negara. Seharusnya begitu, bukan?

(Herlinatiens dalam novel Maria Tsabat)

Senin, 10 Februari 2025

semua yang menyenangkan manusia akan ditiru

 

"Berbagai macam penduduk akan pengaruh-mempengaruhi sampai-sampai pada dapurnya. Tuan sendiri mungkin sudah menyukai kecap, tahu, taoco, bakmi, bakso, hungkwee tanpa Tuan rasakan sebagai pengaruh penduduk bangsa lain. Bukan hanya Pribumi di sini, juga bangsa Eropa di sana. Orang menggunakan sendok dan garpu, orang makan spaghetti dan macaroni, juga pengaruh dapur Tionghoa. Semua yang menyenangkan umat manusia, semua yang mengurangi penderitaannya, semua yang mengurangi kepayahannya, di jaman sekarang ini akan ditiru di seluruh dunia."


(Pramoedya Ananta Toer dalam novel Anak Semua Bangsa)

Senin, 27 Januari 2025

tulisan cara refleksi arti kata

 

Tulisan bukan sekadar ekspresi dari pemikiran, tetapi juga sebuah cara merefleksikan arti setiap kata.


(Paulo Coelho dalam novel Penyihir dari Portobello)

Rabu, 01 Maret 2023

Sore Mengesankan di Gramedia Sudirman



Turunnya hujan tak menyurutkan langkahku menuju Gramedia Sudirman Yogyakarta untuk mengikuti Bincang Buku : Fiksi tentang Apa-apa yang Non-Fiksi pada sore hari terakhir Februari. Kendati mesti berdiri -karena tak kebagian kursi- sekitar dua jam pun tak terasa melelahkan, saking asyiknya mengikuti perbincangan di antara para pengisi acara. Kebebasan berbicara sungguh mendapat tempat, termasuk dari para penanya yang luar biasa. 



Sehabis acara diskusi, niatku membeli novel "Bui" karya Kak Alan T H yang merupakan pengalaman hidup Mas Tyo Pakusadewo dan novel "Re : dan peRempuan" karya Kang Maman Suherman  pun kesampaian. 

Beruntunglah diriku akhirnya berkesempatan berfoto bersama mereka setelah ketiga pembicara memberikan tanda tangan pada kedua buku yang diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.

Hujan kembali menemani perjalanan pulangku dan aku menikmatinya belaka.



Jumat, 14 Agustus 2020

Percintaan Kemarau dan Penghujan

Kemarau memang tampaknya masih berkasih-kasihan dengan penghujan. Penghujan pun belum berniat meninggalkannya. Manusia tidak menyadari itu. Mereka menyebutnya pancaroba. Daun-daun belum menjadi kecoklat-coklatan lalu gugur. Pohon-pohon belum gundul. Burung-burung kecil kadang-kadang masih harus mencari tempat berteduh di bawah daunan yang rimbun. Cuaca yang terik bisa mendadak gelap dan muncul angin bertiup entah ke mana atau dari mana, berputar-putar seperti berniat menggugurkan daunan yang ngeri membayangkan bakal menjadi timbunan sampah. Itulah percintaan kemarau dan penghujan. Manusia tidak memahaminya, dan menyebutnya pancaroba, sumber berbagai penyakit terutama bagi anak-anak.

(Sapardi Djoko Damono dalam Pengarang Telah Mati) 

Selasa, 28 Juli 2020

Dunia yang Aneh

Memang dunia yang aneh. Sejauh mana hipotesis dan sejauh mana kenyataan, semakin hari semakin sulit dilihat batasnya. Hei, Tengo, sebagai novelis, menurutmu apa definisi kenyataan?”
“Tempat orang mengucurkan darah merah kalau ditusuk jarum. Itulah dunia nyata,” jawab Tengo. 

(Haruki Murakami dalam novel IQ84 Jilid 3)