"Kau ingin jadi pembaru?"
"Kau ingin jadi pembaru?"
Yang paling utama : jangan kehilangan harapan.
( dikutip dari novel Life of Pi karya yann martel)
Negara, seperti halnya rumah, seharusnya adalah tempat perlindungan. Di mana seseorang merasa aman untuk tinggal di dalamnya, merasakan yang baik dan nyata dalam hidup mereka. Bumi memiliki manusia, bukan manusia yang memiliki bumi, itu pasti tidak sama dengan konsep negara dengan warganya. Sebab bukan negara yang memiliki kita, kitalah yang memiliki negara. Seharusnya begitu, bukan?
(Herlinatiens dalam novel Maria Tsabat)
"Berbagai macam penduduk akan pengaruh-mempengaruhi sampai-sampai pada dapurnya. Tuan sendiri mungkin sudah menyukai kecap, tahu, taoco, bakmi, bakso, hungkwee tanpa Tuan rasakan sebagai pengaruh penduduk bangsa lain. Bukan hanya Pribumi di sini, juga bangsa Eropa di sana. Orang menggunakan sendok dan garpu, orang makan spaghetti dan macaroni, juga pengaruh dapur Tionghoa. Semua yang menyenangkan umat manusia, semua yang mengurangi penderitaannya, semua yang mengurangi kepayahannya, di jaman sekarang ini akan ditiru di seluruh dunia."
Tulisan bukan sekadar ekspresi dari pemikiran, tetapi juga sebuah cara merefleksikan arti setiap kata.
(Paulo Coelho dalam novel Penyihir dari Portobello)
Hujan kembali menemani perjalanan pulangku dan aku menikmatinya belaka.