Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2025

negara dan bumi

 

Negara, seperti halnya rumah, seharusnya adalah tempat perlindungan. Di mana seseorang merasa aman untuk tinggal di dalamnya, merasakan yang baik dan nyata dalam hidup mereka. Bumi memiliki manusia, bukan manusia yang memiliki bumi, itu pasti tidak sama dengan konsep negara dengan warganya. Sebab bukan negara yang memiliki kita, kitalah yang memiliki negara. Seharusnya begitu, bukan?

(Herlinatiens dalam novel Maria Tsabat)

Senin, 10 Februari 2025

semua yang menyenangkan manusia akan ditiru

 

"Berbagai macam penduduk akan pengaruh-mempengaruhi sampai-sampai pada dapurnya. Tuan sendiri mungkin sudah menyukai kecap, tahu, taoco, bakmi, bakso, hungkwee tanpa Tuan rasakan sebagai pengaruh penduduk bangsa lain. Bukan hanya Pribumi di sini, juga bangsa Eropa di sana. Orang menggunakan sendok dan garpu, orang makan spaghetti dan macaroni, juga pengaruh dapur Tionghoa. Semua yang menyenangkan umat manusia, semua yang mengurangi penderitaannya, semua yang mengurangi kepayahannya, di jaman sekarang ini akan ditiru di seluruh dunia."


(Pramoedya Ananta Toer dalam novel Anak Semua Bangsa)

Senin, 03 Februari 2025

manusia memang aneh

 


Manusia memang aneh. Meski mengaku hamba Tuhan, terus saja berperilaku seperti tuan. Mereka bilang menirukan firman Allah, Tuhan menciptakan kita semata-mata untuk menyembah-Nya, sementara untuk urusan rezeki, Dia-lah yang menjamin. Namun rezeki yang sudah dijamin Tuhan diburu, penyembahan yang dituntut oleh-Nya diabaikan. 

(dikutip dari cerpen di jakarta karya gus mus) 

Selasa, 17 September 2024

hidup berisi ujian sepanjang usia

 

Betapa manusia dewasa hampir setiap detik bertarung melawan masalah-masalah yang datang, menghadapi tantangan yang tak habis-habis. Hidup seperti pertandingan yang tak ada selesainya.

Hidup sebetulnya berisi ujian-ujian yang akan terus mengikuti sepanjang usia kita berjalan. Semakin dewasa dan matang, kita akan semakin kuat menyikapi ujian. 

(dikutip dari buku "The Last Words of Chrisye")

Senin, 02 September 2024

menjadi makhluk bermakna

 

 Bukankah yang signifikan dalam kehidupan manusia adalah bagaimana dirinya menjadi makhluk bermakna, bisa bersukacita, dan mampu mensyukuri karunia Tuhan?

( dikutip dari cerpen pengakuan prasojo )

Kamis, 30 Mei 2024

manusia lebih cinta dirinya


Dan karena cinta yang melahirkan kerinduan untuk bermesraan membuat Tuhan berinisiatif untuk menciptakan makhluk-makhluk, yang puncaknya adalah manusia. Tetapi manusia tidak sungguh-sungguh cinta kepada-Nya. Manusia lebih cinta kepada dirinya sendiri dan harta benda. 

(Emha Ainun Nadjib dalam majalah sabana) 

Minggu, 15 Januari 2023

Manusia Kalau Tidak Bodoh


"Jadi, sebenarnya manusia itu kalau tidak bodoh tidak akan mentang-mentang kepada orang lain, jadi diktator, penipu atau pencoleng, merugikan rakyat, memonopoli milik orang lain, dan lain sebagainya."

(Emha Ainun Nadjib dalam buku "Markesot Bertutur")