Tampilkan postingan dengan label cak nun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cak nun. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2024

pikiran bening dan seimbang

 

Pikiran bening dan seimbang, tak bakal terguncang meski oleh badai teramat kencang. Sebab angin paling dahsyat yang harus ditaklukkan, terletak dalam jiwa setiap orang. 

(Emha Ainun Nadjib dalam cerpen "Padang Kurusetra")

Kamis, 30 Mei 2024

manusia lebih cinta dirinya


Dan karena cinta yang melahirkan kerinduan untuk bermesraan membuat Tuhan berinisiatif untuk menciptakan makhluk-makhluk, yang puncaknya adalah manusia. Tetapi manusia tidak sungguh-sungguh cinta kepada-Nya. Manusia lebih cinta kepada dirinya sendiri dan harta benda. 

(Emha Ainun Nadjib dalam majalah sabana) 

Senin, 27 Mei 2024

mbah nun 71 tahun

 



selamat berusia 71 tahun untuk mbah nun
semoga tetap mendapatkah berkah rahmat dari yang mahakuasa

terima kasih  mbah nun telah menjadi guru bagi bangsa indonesia
semoga jamaah maiyah  nusantara semakin mampu memberi warna indah untuk indonesia yang lebih apik di masa depan


Minggu, 15 Januari 2023

Manusia Kalau Tidak Bodoh


"Jadi, sebenarnya manusia itu kalau tidak bodoh tidak akan mentang-mentang kepada orang lain, jadi diktator, penipu atau pencoleng, merugikan rakyat, memonopoli milik orang lain, dan lain sebagainya."

(Emha Ainun Nadjib dalam buku "Markesot Bertutur") 

Sabtu, 10 September 2022

Yang Kita Punyai Saat Ini


Rendra telah diterima Allah untuk bergabung dalam keabadian. Kelabakanlah kita, sebab yang kita punyai saat ini adalah budaya instan, pola berpikir sepenggal. perhatian terlalu rendah pada sejarah, serta kefakiran yang luar biasa terhadap kualitas hidup.

(Emha Ainun Nadjib dalam esai Bulan Purnama Rendra - buku Mereka yang Tak Pernah Mati) 

Kamis, 28 Juli 2022

Kebaikan dan Kebenaran Tanpa Keindahan

 

Kebaikan dan kebenaran yang ditanamkan di akal manusia, tanpa ditemani keindahan akan cenderung menjadi bahan konflik, pertentangan, permasalahan, dan perang, sebagaimana kita alami berabad-abad lamanya.

(Emha Ainun Nadjib dalam buku Mereka yang Tak Pernah Mati)