Tampilkan postingan dengan label keindahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keindahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2022

Kebaikan dan Kebenaran Tanpa Keindahan

 

Kebaikan dan kebenaran yang ditanamkan di akal manusia, tanpa ditemani keindahan akan cenderung menjadi bahan konflik, pertentangan, permasalahan, dan perang, sebagaimana kita alami berabad-abad lamanya.

(Emha Ainun Nadjib dalam buku Mereka yang Tak Pernah Mati)

Sabtu, 06 November 2021

Orang Yogya Menyebutnya Patrap

Pengetahuan tidak bisa diketahui kebenarannya kalau tidak terletak pada koordinat ruang dan waktu yang tepat. Orang Yogya menyebutnya patrap.

Salah satu yang semakin hilang dari manusia, masyarakat, dan bangsa kita adalah kesadaran tentang patrap. Gemah ripah loh jinawi hanya bisa dicapai kalau proses perjuangannya diletakkan dan setia pada patrap-nya. Pengetahuan manusia Indonesia dan Yogya modern saat ini tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan sudah sangat melimpah, tetapi belum disertai pengelolaan patrap.

(Emha Ainun Nadjib dalam buku Apa yang Benar, Bukan Siapa yang Benar)

Selasa, 28 September 2021

Keindahan Berserah Diri

Pandangan bahwa segala hal bersifat fana adalah bagian dari sikap berserah diri. Kami percaya bahwa tak ada gunanya melawan kekuatan alam. Sebaliknya, kami telah menemukan sebentuk keindahan dalam laku berserah diri.

Kami menghayati mekarnya pohon-pohon sakura di musim semi, memandang dengan khidmat kunang-kunang di musim panas, dan daun-daun yang menjadi merah di musim gugur.

(Haruki Murakami)

Senin, 05 Juli 2021

Kelembutan Senantiasa Tersembunyi

Kelembutan senantiasa tersembunyi. Cahaya tidak kelihatan dan suara tidak terdengar. Juga keindahan. Seonggok patung di depanmu hanya pengantar keindahannya. Sebait puisi sekadar mewadahi rahasia keindahan di baliknya. Sealunan lagu kau tangkap nada dan iramanya, tetapi keindahannya bersemayam di batinmu sebagai rahasia, yang amat susah kau ucapkan.

Demikianlah sejatinya. Allah, kelembutan, keindahan dan wanita, senantiasa menyembunyikan diri dalam rahasia karena memang itulah syarat keindahannya. 

(Emha Ainun Nadjib dalam buku Slilit Sang Kiai)

Selasa, 08 September 2020

Belajar dari Alam


"Alam itu lebih agung daripada kita semua, demikian pula misteri penyakit--sebuah dimensi yang cenderung kita abaikan, bersamaan dengan gagasan mengenai kematian, karena menderita penyakit atau sekarat tampaknya sulit untuk kita pahami. Hal-hal semacam itu hanya terjadi pada orang lain, meski sebenarnya tidak juga. Alam tidak hanya penuh ancaman, tetapi juga memamerkan keindahan dan kelembutan. Dan hal semacam ini merupakan pelajaran yang tidak pernah usai." 

Membaca kembali Playing On karya Alessandro Del Piero dan Maurizio Crosetti, menemukan seberkas cahaya yang menerangi hati maupun jiwa. 

Senin, 21 Mei 2018

Agama dan Keindahan

Agama adalah penyerahan diri yang diolah dengan Iman menghasilkan Ihsan. Ihsan sebagai jalan sunyi dan ekspresi keindahan. Agama adalah akhlak mengelola kebenaran menjadi keindahan. 
(Syaikh Kamba/Dr. M.N. Kamba dalam #DiskusiRumahMaiyah)

Sabtu, 28 April 2018

Hakikat Kesenian dan Keadilan

"Hakikat dari kesenian adalah keindahan. Para seniman mengejar keindahan seperti para pemimpin mengejar keadilan bagi seluruh rakyat." 

(dialog Bung Karno dengan para pemuda dalam cerpen "Si Denok" karya Danarto)

Senin, 26 Maret 2018

Mengenal Allah dan Optimisme Hidup

Dengan mengenal Allah, yakni mengenal sifat/nama-nama-Nya, seseorang dapat berbudi luhur karena keindahan sifat-sifat-Nya akan melahirkan optimisme dalam hidupnya sekaligus mendorongnya berupaya meneladani sifat-sifat tersebut sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya sebagai makhluk. 

(M. Quraish Shihab dalam Pendahuluan buku "Al-Asma' Al-Husna")

Rabu, 20 April 2016

Pujangga Mendapat "Beasiswa"



Mpu Tantular, yang hidup di era Majapahit Raja Hayam Wuruk abad ke-14, diminta menulis karya yang bisa dijadikan sesuluh kerajaan. Lahirlah Kekawin Sutasoma yang di dalamnya terdapat "kata sakti": bhinneka tunggal ika - kata yang kini jadi sesanti negeri ini. Meski dibiayai hidupnya untuk menulis, pujangga ini tak terpengaruh oleh pesanan, bahkan nama yang dipakai, Tantular, artinya tak terpengaruh.
Tak cuma Tantular yang diberi "beasiswa" oleh Hayam Wuruk. Ada pujangga lain, Mpu Prapanca, yang kemudian melahirkan Kekawin Negarakertagama yang termasyhur itu. Kisah ini memang sejenis reportase kerajaan, namun dengan keindahan bahasa, kekawin dengan 98 pupuh (sajak bertembang) ini begitu indah, melampaui zamannya.

(Putu Setia dalam esai "Pujangga" di tempo.co)

Kamis, 11 Februari 2016

Mengapresiasi Keindahan adalah Ibadah

Ambil alat musik. Biarkan keindahan yang kita cintai jadi apa yang kita kerjakan
Ada ratusan cara untuk berlutut dan mencium tanah.

Mengapresiasi keindahan dan berbuat kebaikan pada dasarnya adalah ibadah juga. 
(Belajar Hidup dari Rumi - Haidar Bagir)