Tampilkan postingan dengan label kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesenian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2022

Silat Itu Apa

 

Silat itu apa? Percaya diri. Untuk mengekspresikan emosi. Pesilat itu orang bebas. Sama seperti dunia kesenian. Azasnya kebebasan. Itu koridornya. Kalau keluar koridor dia bukan pesilat. Preman.

(Bre Redana dalam buku "Mind Body Spirit : Aku Bersilat, Aku Ada")

Sabtu, 14 Mei 2022

Seni Pantulan Jujur Peradaban

 

Seni hampir selalu menjadi pantulan paling jujur dari pencapaian peradaban. Ia tidak bisa digantikan oleh politik dan ekonomi yang praktis, tidak bisa pula oleh agama yang dogmatis. Wilayah seni membentang jauh, sejak kehidupan dalam goa-goa arkeologis  di masa megalitikum sampai kemudian memasuki masa-masa kuantum yang menjadi dasar penemuan dalam dunia digital.

(Putu Fajar Arcana dalam  esai Berseni di Goa Peradaban - buku ePILOG)

Rabu, 17 November 2021

Seniman Tidak Tunggal

Seniman memang tidak tunggal. Masing-masing orang punya proses, pengalaman personal, dan filosofi dalam berkarya. Justru hal semacam itu selalu membuat dunia seni tumbuh penuh warna.

(Puthut EA dalam buku Mengantar dari Luar) 

Sabtu, 13 Februari 2021

Ujung Pengetahuan dan Kesenian


·      Ujung pengetahuan adalah seni. Ujung kesenian adalah spiritualitas. Maka spiritualitas banyak sekali mengharuskan melewati jalan seni. Agak sulit membayangkan menjadi spiritual tetapi kehilangan seni. (Prie GS)

Kamis, 30 April 2020

Cara Mendapat Hidayah

Cara mendapatkan petunjuk dari Allah adalah dengan software yang namanya takwa. Semakin tinggi software takwa Anda, maka semakin accesable terhadap hidayah Allah.
Hidayah ini bukan hanya soal kesenian. Pekerjaan apa pun harus dengan hidayah. Kita sangat tergantung pada hidayah-Nya. Dengan memahami ini semua, kita tidak lagi mudah takut.

(Emha Ainun Nadjib)

Senin, 04 November 2019

Ujung Tombak Budi Pekerti

Inilah harapanku : bahwa bahasa sastra seni adalah ujung tombak budi pekerti. Berbudi sekaligus berpekerti. Budi pekerti itu berwatak moral dan operasional sekaligus. Jadi dengan kesenian, seseorang tak hanya harus bisa hidup secara layak, tapi harus menjadi penggerak masyarakatnya. 
(Prie GS)

Sabtu, 28 April 2018

Hakikat Kesenian dan Keadilan

"Hakikat dari kesenian adalah keindahan. Para seniman mengejar keindahan seperti para pemimpin mengejar keadilan bagi seluruh rakyat." 

(dialog Bung Karno dengan para pemuda dalam cerpen "Si Denok" karya Danarto)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Menulis Itu Mengekspresikan Ide

Menulis atau mengarang sebenarnya merupakan seni mengekspresikan ide atau perasaan melalui tulisan, seperti halnya pelukis yang mengungkapkannya dalam bentuk lukisan. 
Hasil tulisan akan mencerminkan kepribadian, pikiran, dan emosi si penulis.
Penulis secara pribadi dan dengan perasaan seni memilih kata, menyusun kalimat, merangkai alinea, dan memilih tema. Setiap penulis memiliki gaya bahasa, bentuk pengungkapan, dan cara penulisan yang berbeda satu dengan yang lain. 

(Lasa Hs)

Sabtu, 14 Mei 2016

Kesenian dan Rasa Keindahan

“Kesenian itu salah satu dari perwujudan lahir dari jiwa kita, yang timbul dari kemauan jiwa kita sendiri dan halus kasarnya terbatas oleh rasa keindahan kita (perasaan aesthetis). Rasa ini dimiliki manusia dengan bertingkat kualitasnya dan bermacam ujudnya. Misal ada orang yang tebal aesthetis-nya tapi tidak suka musik; bisa jadi dia akan mewujudkan jiwa seninya dalam bentuk misalnya cara berpakaian yang indah, atau melahirkan kata-kata yang indah sastranya. Ada pula yang tidak bisa berkata-kata indah, tapi karena tebal rasa seninya mewujud dalam hal seni bangunan atau menggambar. Namun sebaliknya ada pula yang tipis rasa keindahannya, sudah barang tentu orang ini sukar mewujudkan kesenian dalam hal apapun. Orang yang kurang rasa seninya akan kurang pula kecakapannya bertingkah laku yang indah, berpakaian kurang pantas, tak paham dalam berbahasa, tak bisa menghias rumah, atau mengerti musik kasar dan halus. Jadi bertingkat kualitas dan perwujudannya, adapun kualitas ini termasuk dalam budi pekerti atau wataknya tiap manusia." 

(Ki Hadjar Dewantara - Buku Pendidikan)

Rabu, 24 Desember 2014

Dampak Televisi terhadap Budaya

Buruknya tayangan televisi berdampak pada perusakan budaya dan pola pikir masyarakat. 
Pada zaman sekarang justru tayangan televisi di Indonesia cenderung disetir oleh tingkat 
rating. Kita akan sulit menemukan tontonan yang mencerminkan unsur pembangun 
peradaban. Ketika tayangan televisi kita semakin melenceng dari pondasi kebudayaan, 
maka peradaban kita rawan hancur.
Masalah terbesarnya adalah budaya televisi yang tidak memberi ruang alternatif, membuat 
kita menjadi semakin dangkal. Dampaknya, pendidikan maupun apresiasi terhadap cara
 bercerita dan cara bertutur kita didominasi oleh televisi yang disajikan secara vulgar.
Oleh karena itu kesenian-kesenian lain yang tidak punya cara berpanutan dengan televisi, 
mengalami persoalan dengan pertumbuhannya. Untuk merebut ruang tersebut, harus timbul perlawanan karena atas keinginan kuat dari masyarakat mengenai tontonan di luar televisi. 
Masyarakat juga harus memproduksi dan membangun tontonan-tontonan yang keluar dari
 kultur televisi itu sendiri. 
(Garin Nugroho - dikutip dari news.indonesiakreatif.net)

Selasa, 23 Desember 2014

Belajar Seni Sejak Kecil

Seni budaya sangat bermakna ketika ditanamkan sejak kecil. Orang yang belajar seni pasti ada sesuatu yang nggondeli (menarik ke belakang --->  mengontrol rasa). Mempelajari seni sejak kecil itu penting, karena walaupun dia tidak menjadi pelaku seni, sikapnya dalam hidup pasti lain.
(Didik Nini Thowok)

Selasa, 10 Juli 2012

Seni dari Hati


Pada hakikatnya, seni tidak tumbuh sebagai aktivitas manusia di dalam mengelola naluri kompetisi. Namun seni lahir dari kedalaman hati sebagai bentuk ekspresi ’ritual’ dari penghargaan manusia terhadap semesta. Oleh karena itu, ia memerlukan metode yang spesifik apabila diperlakukan sebagai medium untuk sebuah kompetisi. 
(Putu Fajar Arcana)