Tampilkan postingan dengan label budi pekerti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budi pekerti. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2019

Ujung Tombak Budi Pekerti

Inilah harapanku : bahwa bahasa sastra seni adalah ujung tombak budi pekerti. Berbudi sekaligus berpekerti. Budi pekerti itu berwatak moral dan operasional sekaligus. Jadi dengan kesenian, seseorang tak hanya harus bisa hidup secara layak, tapi harus menjadi penggerak masyarakatnya. 
(Prie GS)

Sabtu, 14 Mei 2016

Kesenian dan Rasa Keindahan

“Kesenian itu salah satu dari perwujudan lahir dari jiwa kita, yang timbul dari kemauan jiwa kita sendiri dan halus kasarnya terbatas oleh rasa keindahan kita (perasaan aesthetis). Rasa ini dimiliki manusia dengan bertingkat kualitasnya dan bermacam ujudnya. Misal ada orang yang tebal aesthetis-nya tapi tidak suka musik; bisa jadi dia akan mewujudkan jiwa seninya dalam bentuk misalnya cara berpakaian yang indah, atau melahirkan kata-kata yang indah sastranya. Ada pula yang tidak bisa berkata-kata indah, tapi karena tebal rasa seninya mewujud dalam hal seni bangunan atau menggambar. Namun sebaliknya ada pula yang tipis rasa keindahannya, sudah barang tentu orang ini sukar mewujudkan kesenian dalam hal apapun. Orang yang kurang rasa seninya akan kurang pula kecakapannya bertingkah laku yang indah, berpakaian kurang pantas, tak paham dalam berbahasa, tak bisa menghias rumah, atau mengerti musik kasar dan halus. Jadi bertingkat kualitas dan perwujudannya, adapun kualitas ini termasuk dalam budi pekerti atau wataknya tiap manusia." 

(Ki Hadjar Dewantara - Buku Pendidikan)

Rabu, 07 Mei 2014

Melupakan Moralitas dan Budi Pekerti

Kita hanya mengejar nilai matematika, fisika, biologi, IPS, Bahasa Inggris, dan melupakan moralitas. Pendidikan yang paling penting untuk anak-anak kita adalah budi pekerti. Ini yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara dan hal itu yang sekarang dilupakan. Kita akan mengembalikan roh pendidikan bangsa ini.

Semuanya ajaran beliau masih relevan : budi pekerti, sopan santun, kejujuran, juga kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara. 


(Joko Widodo)