Tampilkan postingan dengan label prie gs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prie gs. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 April 2021

Panjang Pendek Umur Manusia

Umur manusia, betapapun panjang, pendek saja jatuhnya jika habis hanya untuk mengurus hiruk pikuk dunia. Tapi, umur manusia, betapapun pendek, akan panjang terasa jika didedikasikan kepada makna.

(Prie GS)

Senin, 05 April 2021

Bagian dari Kesungguhan

Sesederhana apa pun yang Anda kumpulkan, Anda rawat, ia akan dicatat oleh Alam Semesta sebagai bagian dari kesungguhan Anda terhadap hidup.

(Prie GS) 

Kamis, 18 Februari 2021

Salah Paham Terparah

 


Pandangan dan Laku Spiritual

 

Pandangan intelektual penting, tetapi pada gilirannya tak memadai untuk menjawab aneka persoalan ini. Pandangan itu harus naik menjadi pandangan spiritual. Dan itu pun tak pula cukup karena pada akhirnya harus naik menjadi laku spriritual.

(Prie GS)

Sabtu, 13 Februari 2021

Ujung Pengetahuan dan Kesenian


·      Ujung pengetahuan adalah seni. Ujung kesenian adalah spiritualitas. Maka spiritualitas banyak sekali mengharuskan melewati jalan seni. Agak sulit membayangkan menjadi spiritual tetapi kehilangan seni. (Prie GS)

Jumat, 12 Februari 2021

Selamat Jalan Mas Prie GS

 


H. Supriyanto atau yang lebih dikenal dengan nama Prie GS telah tutup usia pada Jumat pagi (12/2/2021) di Semarang. Budayawan asal Jawa Tengah yang lahir di Kendal pada 2 Februari 1964 tersebut dikenal sebagai sosok multitalenta. Beliau piawai baik sebagai wartawan, penulis, kartunis, pembicara, dan yang jelas humoris. Saya pribadi mulai menggemari beliau ketika menjadi pembawa acara Humor Sufi bersama Candra Malik di kanal YouTube Coklat TV. Saya juga kerap menyimak ujaran beliau di kanal pribadi Prie GS maupun lewat akun Facebook-nya. Terus terang, saya turut berduka dan merasa kehilangan atas kepergian beliau yang terasa mendadak karena sebelumnya tidak tersiar kabar bahwa beliau sakit. Bahkan pada Selasa (9/2) beliau masih aktif di Facebook, Twitter, dan YouTube. 
Namun, pada akhirnya saya hanya bisa mengucapkan : 
"Selamat jalan, Mas Prie GS. Terima kasih sudah menjadi guru yang menyenangkan, setidaknya bagi saya. Semoga terang perjalanan sampeyan selanjutnya dan tenteram hidup di alam sana, tansah dalam kasih sayang-Nya. Aamiin..."

Kamis, 14 Mei 2020

Rabu, 18 Maret 2020

Yang Mendesak Diminta

Tugas kita, para awam ini, adalah menangis di hadapan Tuhan, agar tangisan kita membuat-Nya tak tega. Soal yang mendesak diminta ialah agar Tuhan tak mencabut ketenangan di hati kita. 

(Prie GS)