Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2024

terima kasih jokowi, selamat bekerja prabowo

 


terima kasih kepada pak jokowi telah memimpin indonesia selama 10 tahun. selamat beristirahat dan menjalani hidup dengan tenang damai bersama keluarga.

selamat bekerja untuk pak prabowo - pemimpin baru republik indonesia. 
semoga selalu sehat serta mendapat petunjuk bimbingan dari tuhan untuk membawa indonesia ke arah yang lebih baik.


Jumat, 28 Juni 2019

Selamat Untuk Jokowi-Ma'ruf Amin


"Tidak ada lagi 01 dan 02 yang ada persatuan Indonesia. Walau pilihan politik berbeda tapi kita harus saling menghargai dan menghormati, walaupun pilihan politik kita berbeda pada saat pilpres tapi kita harus sampaikan presiden-wakil presiden terpilih adalah presiden bagi seluruh bangsa, bagi seluruh rakyat indonesia" ucap Jokowi dalam pidatonya menyambut keputusan sidang MK. Sekali lagi, demokrasi di Indonesia telah berhasil ditegakkan. Sidang sengketa Pilpres 2019 yang sudah digelar Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan bahwa penyelenggaraan pemilu berlangsung sesuai asas demokrasi yang jujur dan transparan. Keputusan yang sudah melalui proses konstitusional dan berjalan aman, damai, dan bermartabat menunjukkan bahwa kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 adalah hasil suara rakyat yang sah. Saatnya semua pihak menerima keputusan ini dan bersama-sama membangun Negara Indonesia menuju angkasa kejayaan. #KaryaAdalahDoa

Selasa, 04 November 2014

Hari Bersejarah Bulan Oktober 2014

Ada sejumlah hari penting dalam sejarah bangsa dan negara Indonesia pada bulan Oktober 2014. Senin, 20 Oktober 2014 merupakan momentum bagi  Joko Widodo memulai tugas mulianya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7 dengan didampingi M. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden ke-11. Ruang Sidang Paripurna Gedung MPR menjadi saksi proses suksesi yang berlangsung damai dari SBY-Boediono kepada Jokowi-JK. Kehadiran Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai tamu undangan pun menjadi impresi tersendiri bagi seluruh bangsa Indonesia. Beberapa hari sebelumnya, Jokowi mendatangi rumah Prabowo pada hari ulang tahun sang mantan jenderal, yang otomatis mampu mencairkan ketegangan sekian bulan sejak Pemilihan Presiden tempo hari. 
Setelah mengambil sumpah, duet pemimpin baru Indonesia kemudian diarak dengan kereta kuda dari Bundaran HI hingga Istana Merdeka. Sambutan rakyat yang begitu meriah di sepanjang jalan yang dilewati Jokowi-JK menjadi pertanda rasa syukur, kegembiraan, sekaligus tersematnya harapan bagi para pemimpin yang bisa dipercaya membawa perubahan positif bagi Indonesia. Acara Syukuran Rakyat yang berlangsung di kawasan Monas Jakarta yang dihadiri ribuan orang kian menegaskan hal itu.















Pengumuman Kabinet Kerja oleh Presiden Jokowi yang berlangsung di halaman Istana Negara pada Minggu petang (26/10) dihadiri oleh seluruh calon menteri, kemudian diikuti dengan pelantikan para menteri pada Senin (27/10) yang akan langsung membantu sang presiden menjalankan tugasnya selama lima tahun mendatang. Para calon menteri yang mengenakan kostum putih hitam saat pengumuman dan pelantikan para menteri dengan busana batik menjadi sesuatu yang baru dari era Jokowi-JK. Ada beberapa nama menteri yang cukup menarik perhatian dan dibicarakan masyarakat umum. Yang mungkin paling menonjol adalah penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Susi disorot karena hanya memiliki ijazah SMP dan ketahuan merokok serta memiliki tato. Ada banyak yang mencelanya, tapi banyak pula yang membelanya dan memberinya dukungan positif. Semoga Jokowi-JK dan Kabinet Kerja bersungguh-sungguh menjalankan amanat untuk berupaya membawa bangsa Indonesia mengalami kemajuan di berbagai bidang.

Sayang sekali, sementara Kabinet Kerja mulai bekerja untuk kepentingan rakyat, mereka yang bertugas di Senayan dan mengaku sebagai wakil rakyat justru tidak bisa mengurus diri mereka sendiri. Mereka yang pernah mendukung duet Prahara rupanya masih menyimpan dendam kesumat kepada partai-partai yang mendukung pencalonan Jokowi-JK. Akibatnya DPR pun kini terbelah menjadi dua pihak yang saling bermusuhan. Menjadi sangat aneh ketika Prabowo sendiri terlihat sudah berdamai dengan Jokowi, tapi para pendukungnya justru masih melanjutkan pertempuran di gedung parlemen. Apakah mereka bakal peduli kepentingan rakyat, sementara selama ini mereka hanya bisa menunjukkan egoisme terhadap kelompoknya belaka? Entahlah.

Foto-foto karya Endah Sulwesi (facebook).

Rabu, 07 Mei 2014

Melupakan Moralitas dan Budi Pekerti

Kita hanya mengejar nilai matematika, fisika, biologi, IPS, Bahasa Inggris, dan melupakan moralitas. Pendidikan yang paling penting untuk anak-anak kita adalah budi pekerti. Ini yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara dan hal itu yang sekarang dilupakan. Kita akan mengembalikan roh pendidikan bangsa ini.

Semuanya ajaran beliau masih relevan : budi pekerti, sopan santun, kejujuran, juga kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara. 


(Joko Widodo)