Tampilkan postingan dengan label putu fajar arcana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label putu fajar arcana. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2022

Air Menjelma Makhluk Antagonis


Dalam sejarahnya, air tak pernah diperlakukan sebagai penjahat terkejam, kecuali di masa modern Jakarta dan sekitarnya, ia menjadi makhluk antagonis, seperti monster Hydra dan naga yang nyaris mengalahkan Hercules dan Bima.

(Putu Fajar Arcana dalam esai Antagonisme Air Banjir - buku ePILOG) 

Sabtu, 14 Mei 2022

Seni Pantulan Jujur Peradaban

 

Seni hampir selalu menjadi pantulan paling jujur dari pencapaian peradaban. Ia tidak bisa digantikan oleh politik dan ekonomi yang praktis, tidak bisa pula oleh agama yang dogmatis. Wilayah seni membentang jauh, sejak kehidupan dalam goa-goa arkeologis  di masa megalitikum sampai kemudian memasuki masa-masa kuantum yang menjadi dasar penemuan dalam dunia digital.

(Putu Fajar Arcana dalam  esai Berseni di Goa Peradaban - buku ePILOG)

Selasa, 10 Juli 2012

Seni dari Hati


Pada hakikatnya, seni tidak tumbuh sebagai aktivitas manusia di dalam mengelola naluri kompetisi. Namun seni lahir dari kedalaman hati sebagai bentuk ekspresi ’ritual’ dari penghargaan manusia terhadap semesta. Oleh karena itu, ia memerlukan metode yang spesifik apabila diperlakukan sebagai medium untuk sebuah kompetisi. 
(Putu Fajar Arcana)