Tampilkan postingan dengan label penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2024

ini semacam terapi

 

 Aku cenderung setuju dengan apa yang dikatakan Haruki Murakami, penulis asal Jepang itu. Menurutnya, dalam hidup aku tak bisa menjadi orang lain, tapi dalam fiksi aku bisa menjadi siapa saja. Aku bisa membayangkan diriku menjadi orang lain. Bisa dibilang ini semacam terapi.”

(dikutip dari cerpen nomor 200)

Senin, 15 Juli 2024

aturan abadi sastra

 

Aturan abadi sastra :

Penulis mesti memiliki kemampuan untuk mengisahkan cerita-ceritanya sendiri seolah-olah adalah cerita orang lain, dan mengisahkan cerita orang lain seakan-akan itu ceritanya sendiri, lantaran itulah sastra sejati. Tapi pertama-tama kita mesti menjelajahi cerita-cerita dan buku-buku orang lain.

(Orhan Pamuk - penulis Turki)

Rabu, 22 Februari 2023

Hidup sebagai Penulis

 

Hidup sebagai penulis penuh dengan ujian otentisitas, seperti pelbagai variasi dari sebuah tema, refren berulang untuk harus membuktikan diri lagi dan lagi.

(Lawrence Schimel dalam Kumpulan Dongeng untuk Penulis)

Senin, 03 Januari 2022

Penulis Fiksi Mencoba Memahami Kehidupan

Seorang penulis fiksi mencoba memahami kehidupan dengan menciptakan sebuah model. Orang menyebutnya juga sebuah dunia alternatif. Model atau dunia alternatif itu ia ciptakan agar ia dapat dengan leluasa mengembangkan kemungkinan-kemungkinan pola pemahaman tentang kehidupan. Maka tokoh-tokoh diadakan, berbagai situasi dikembangkan.

(Umar Kayam dalam Dunia Alternatif Danarto - Sebuah Pengantar kumpulan cerpen "Berhala")

Minggu, 07 Maret 2021

Aturan Abadi Sastra

Aturan abadi sastra :

Penulis mesti memiliki kemampuan untuk mengisahkan cerita-ceritanya sendiri seolah-olah adalah cerita orang lain, dan mengisahkan cerita orang lain seakan-akan itu ceritanya sendiri, lantaran itulah sastra sejati. Tapi pertama-tama kita mesti menjelajahi cerita-cerita dan buku-buku orang lain.

(Orhan Pamuk - penulis Turki)

Sabtu, 30 Januari 2021

Malaikat Inspirasi

Malaikat inspirasi (yang melakukan kunjungan rutin kepada sejumlah orang dan jarang hinggap kepada yang lainnya) mencintai mereka yang menaruh kepercayaan terhadapnya, dan itu adalah ketika si penulis merasa di puncak kesepian, ketika dia merasa paling ragu akan ikhtiar-ikhtiarnya, mimpi-mimpinya, dan nilai dari tulisannya, ketika dia menganggap bahwa kisahnya hanyalah kisahnya - pada saat demikianlah sang malaikat memilih untuk menyingkapkan kepada seorang penulis kisah-kisah, citra-citra, dan mimpi-mimpi yang akan melukis-bayangkan dunia yang ingin dibangunnya.

(Orhan Pamuk - penulis Turki)

Senin, 20 April 2020

Minggu, 10 November 2019

Penulis Itu Cinta Keras Kepala

Saya percaya ketika ada yang mengatakan menjadi penulis itu bukan "profesi-karier", tetapi lebih pada cinta yang keras kepala, tetapi tak sia-sia. Ini seperti pejalan sunyi yang mesti sanggup menaklukkan kebosanannya sendiri, membuat proses menulis bukan sebagai sesuatu yang rutin, melainkan juga harus tetap disiplin. 

(Agus Noor)

Selasa, 03 April 2018

Tulisan yang Bagus

Tulisan yang bagus adalah yang menyodorkan jiwa pemilik kata dan kalimat kepada pembacanya. 
Untaian kata dan rangkaian kalimat yang telah dilepaskan oleh penulis dari jemarinya adalah bagian dari jiwa penulis yang diserahkannya kepada pembaca.
Tulisan yang baik akan mengajak berkelana dalam imajinasi Anda. 
Tulisan yang dahsyat akan mengajak Anda menyusuri tepian imajinasi penulis dan mendorong Anda mengembangkan imajinasi Anda sendiri. Saat imajinasi penulis bertemu dengan imajinasi pembaca, buku atau artikel yang Anda baca telah berhasil menjalankan misinya.
Tulisan yang bagus tidak sekadar berbagi jiwa pemilik kata, dan mempertemukan imajinasi penulis dengan pembaca, tetapi juga menebar energi.
(Prof. Nadirsyah Hosen dalam buku "Tafsir Al-Qur'an di Medsos")

Senin, 07 Agustus 2017

Rahasia Penulis Bukan Inspirasi

Rahasia penulis bukanlah inspirasi -sebab tak jelas betul dari mana gerangan datangnya- melainkan kekeraskepalannya, kesabarannya. 
(Orhan Pamuk - penulis Turki)

Sabtu, 25 Februari 2017

Tanggung Jawab Penulis

Tanggung jawab riil seorang penulis terhadap masyarakat adalah meletakkan kekuatan imajinasi dan kemampuan komunikasi bahasanya. Kita punya tanggung jawab melalui bahasa karena sikap merendahkan bahasa terus-menerus dilakukan, yang mengakibatkan informasi tidak tersampaikan atau hanya tersampaikan secara distortif.
Misi penting penulis adalah berusaha menunjukkan bahwa bahasa dapat melakukan sesuatu dan dapat ditempatkan sebagai sesuatu. Ada banyak kerugian bahasa yang ditimbulkan oleh media dan tulisan-tulisan di bidang politik. Penulis harus membersihkan kembali deretan kata-kata.

(Carlos Fuentes - penulis Meksiko)

Rabu, 09 November 2016

Penulis Harus Rendah Hati

Seorang penulis harus memiliki kerendahan hati dan seorang calon penulis harus belajar memiliki sikap ini. Namun sikap yang fatal bagi seorang calon penulis adalah sikap putus asa. 

(Ismail Marahimin)

Sabtu, 15 Oktober 2016

Sebersit Catatan Sederhana - Tentang Penulis

Sepanjang yang kutahu, sejumlah teman penulis sudah memiliki profesi lain yang mampu membuat hati senantiasa tenteram karena keperluan hidup sehari-harinya telah tercukupi dengan baik. Ada yang menjadi manajer di sebuah restoran cepat saji bermerek internasional. Ada yang bekerja sebagai arsitek, merancang pembangunan rumah mewah dan gedung bertingkat. Ada yang merupakan pemimpin redaksi sebuah media cetak terkemuka di kotanya. Ada pula yang masih berstatus mahasiswa dan tinggal di tempat kos, namun berasal dari keluarga kaya yang tinggal di luar Jawa sana. Menulis cerita pendek atau puisi barangkali menjadi semacam ruang katarsis di antara aneka kesibukan mereka yang membuat penat dan kadang menjemukan. Ketika karya mereka akhirnya kerap dimuat di banyak media cetak, honor hanya menjadi sesuatu yang tidak secara signifikan menambah pendapatan, karena setiap bulannya penghasilan dari pekerjaan utama mereka sudah relatif besar. Bisa jadi jika honornya tidak ditransfer ke rekening tabungan mereka pun sama sekali tak masalah. 
Tentu berbeda denganku yang belum mempunyai penghasilan yang memadai sekadar untuk kebutuhan primer. Pekerjaan tetapku ala kadarnya mendatangkan rezeki, selebihnya kadang membantu teman di sana-sini. Menulis cerpen merupakan salah satu upayaku untuk menjemput rezeki yang lebih apik. Namun tak kusesali sama sekali hal itu, toh masih banyak yang masih dapat kusyukuri dari semua yang kumiliki. Dengan baju yang tak pernah baru, telepon seluler yang sudah enam tahun belum pernah diganti, dan sepeda motor yang sudah lebih lima belas tahun mendampingi langkahku, rasa-rasanya penampilanku sudah terbilang sangat bersahaja ketimbang semua temanku yang pernah kujumpai. Apalagi jika mengingat bahwa setiap kali berinternet aku masih menggunakan jasa warung internet, sementara ada yang setiap kali ke kafe selalu membawa serta netbook-nya atau paling tidak masih bisa online ketika berada di rumah. 
Maka menjadi kejutan tersendiri bagiku ketika pertama kali bertemu dengan seseorang yang karyanya pernah berkali-kali dimuat di sejumlah koran nasional itu. Bahkan salah satu cerpennya termasuk ke dalam sebuah buku cerpen pilihan koran terkemuka. Sehabis kubaca cerpen-cerpen karyanya di koran dengan bahasa langitnya yang indah, maupun komentar-komentar kritisnya atas cerpen teman-temannya di facebook, terwujudlah sebuah sosok yang baru bersemayam dalam otakku semata tentang dirinya. Seorang laki-laki yang begitu serius, angkuh, tidak peduli perasaan orang, dan tampaknya bukan tipe orang yang ingin kukenal. Apa yang ada kemudian di depan mataku ternyata sangat jauh tak sama dengan angan-anganku. Dia hanyalah pemuda yang sangat rendah hati dengan penampilan yang bersahaja sekali. Ketika kulihat dia menggunakan telepon selulernya, sepertinya sama lawasnya dengan milikku. Dan bahkan kendaraannya malah lebih sederhana ketimbang punyaku. Dia hanya naik sepeda onthel yang kuyakin tidak baru dan jika dijual lagi harganya pun pasti murah. 
Usianya memang jauh lebih muda dariku, namun rasanya kami masih pantas dibilang seumuran, karena dia tampak lebih dewasa ketimbang usianya. Tapi ketika kami bercakap ngalor-ngidul, memang ada hal-hal yang menunjukkan bahwa aku layak lebih dulu hadir di muka bumi ini. ”Saya menulis cerpen hanya untuk mencari uang. Itulah motivasi terbesar saya sesungguhnya. Yang jelas, tiada sama sekali niat mau jadi orang terkenal yang senang bila sering dipuji-puji orang lain,” katanya dengan percaya diri. Mungkin karena kesederhanaan hidupnya yang luar biasa, maka layak saja jika dia mendapatkan itu semua dalam waktu singkat. Aku mungkin masih terlalu banyak merasakan kenikmatan, kurang rekasa hidupnya, dan tidak pernah merasakan penderitaan seperti halnya dia. 

Yogyakarta, awal Juli 2010

# pernah dimuat di www.kompasiana.com pada 15 Juli 2010.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Menulis Itu Mengekspresikan Ide

Menulis atau mengarang sebenarnya merupakan seni mengekspresikan ide atau perasaan melalui tulisan, seperti halnya pelukis yang mengungkapkannya dalam bentuk lukisan. 
Hasil tulisan akan mencerminkan kepribadian, pikiran, dan emosi si penulis.
Penulis secara pribadi dan dengan perasaan seni memilih kata, menyusun kalimat, merangkai alinea, dan memilih tema. Setiap penulis memiliki gaya bahasa, bentuk pengungkapan, dan cara penulisan yang berbeda satu dengan yang lain. 

(Lasa Hs)

Sabtu, 27 Februari 2016

Gaya Personal dan Visi Individual Penulis

Pada saatnya nanti seorang penulis mesti berani menerjang rambu-rambu bahasa baku berkaitan dengan gaya yang personal dan visi yang individual. Dari awal harus ditekankan peri licentia poetica, suatu apresiasi atas kebebasan mencipta karya tulis. 

(Alif Danya Munsyi alias remy sylado)

Selasa, 31 Juli 2012

Multitalenta Itu Bagus


Multitalenta itu bagus. Spesialisasi malah memperkerdil pengetahuan kita. Leonardo Da Vinci; selain pelukis, dia komponis (menulis opera, tragedi, komedi), ahli hidrologi, dan ahli kedokteran. Sutardji itu penyair yang bisa menyanyi. Sapardi itu penyair yang bisa bermain musik. 

[Remy Sylado – penulis ratusan buku (novel, drama, puisi, kamus, ensiklopedia), sutradara/pemain teater, aktor film/sinetron, pemain musik, menguasai sejumlah bahasa asing dan bahasa daerah]