Tampilkan postingan dengan label kebenaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebenaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2022

Kebaikan dan Kebenaran Tanpa Keindahan

 

Kebaikan dan kebenaran yang ditanamkan di akal manusia, tanpa ditemani keindahan akan cenderung menjadi bahan konflik, pertentangan, permasalahan, dan perang, sebagaimana kita alami berabad-abad lamanya.

(Emha Ainun Nadjib dalam buku Mereka yang Tak Pernah Mati)

Sabtu, 06 November 2021

Orang Yogya Menyebutnya Patrap

Pengetahuan tidak bisa diketahui kebenarannya kalau tidak terletak pada koordinat ruang dan waktu yang tepat. Orang Yogya menyebutnya patrap.

Salah satu yang semakin hilang dari manusia, masyarakat, dan bangsa kita adalah kesadaran tentang patrap. Gemah ripah loh jinawi hanya bisa dicapai kalau proses perjuangannya diletakkan dan setia pada patrap-nya. Pengetahuan manusia Indonesia dan Yogya modern saat ini tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan sudah sangat melimpah, tetapi belum disertai pengelolaan patrap.

(Emha Ainun Nadjib dalam buku Apa yang Benar, Bukan Siapa yang Benar)

Rabu, 29 Juli 2020

Kebenaran Disertai Kesakitan

“Kebanyakan orang di dunia ini tidak menginginkan kebenaran yang dapat dibuktikan secara nyata. Kebenaran biasanya disertai kesakitan hebat, seperti katamu. Dan orang pada umumnya tidak menginginkan kebenaran yang disertai kesakitan. Orang butuh cerita yang indah dan menyenangkan, yang mampu memberi perasaan bahwa dirinya bermakna, meski sedikit. Karena itulah agama muncul.”

(Haruki Murakami dalam IQ84 Jilid 2) 

Senin, 21 Mei 2018

Agama dan Keindahan

Agama adalah penyerahan diri yang diolah dengan Iman menghasilkan Ihsan. Ihsan sebagai jalan sunyi dan ekspresi keindahan. Agama adalah akhlak mengelola kebenaran menjadi keindahan. 
(Syaikh Kamba/Dr. M.N. Kamba dalam #DiskusiRumahMaiyah)

Jumat, 14 November 2014

Kemampuan Bergerak dan Berhubungan Baik


Kemampuan bergerak, berinisiatif, self discipline, menahan diri, fokus, respek, berhubungan baik dengan orang lain, tahu membedakan kebenaran dengan pembenaran, mampu membuka dan mencari "pintu" adalah fondasi penting bagi pembaharuan, dan kehidupan yang produktif.
Manusia itu belajar untuk membuat diri dan bangsanya tangguh, bijak mengatasi masalah, mampu mengambil keputusan, bisa membuat kehidupan lebih produktif dan penuh kedamaian. 


(Rhenald Kasali)