Tampilkan postingan dengan label maman suherman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maman suherman. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Maret 2023

Air Mata Bukan Mata Uang

 

Hidup ini bukan rangkaian sinetron cengeng penuh air mata yang tak berujung. Kesedihan boleh ditumpahkan di dalam dada, di dalam pelukan kekasih, tetapi bukan untuk diperjualbelikan. Air mata bukan mata uang. Meski mungkin, aku salah menaksir dan menafsirkannya.

(Maman Suherman dalam novel peRempuan)

Rabu, 01 Maret 2023

Sore Mengesankan di Gramedia Sudirman



Turunnya hujan tak menyurutkan langkahku menuju Gramedia Sudirman Yogyakarta untuk mengikuti Bincang Buku : Fiksi tentang Apa-apa yang Non-Fiksi pada sore hari terakhir Februari. Kendati mesti berdiri -karena tak kebagian kursi- sekitar dua jam pun tak terasa melelahkan, saking asyiknya mengikuti perbincangan di antara para pengisi acara. Kebebasan berbicara sungguh mendapat tempat, termasuk dari para penanya yang luar biasa. 



Sehabis acara diskusi, niatku membeli novel "Bui" karya Kak Alan T H yang merupakan pengalaman hidup Mas Tyo Pakusadewo dan novel "Re : dan peRempuan" karya Kang Maman Suherman  pun kesampaian. 

Beruntunglah diriku akhirnya berkesempatan berfoto bersama mereka setelah ketiga pembicara memberikan tanda tangan pada kedua buku yang diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.

Hujan kembali menemani perjalanan pulangku dan aku menikmatinya belaka.



Rabu, 16 Juni 2021

Dunia Literasi adalah Kerelaan

Dunia literasi adalah kerelaan untuk membuka hati, mengosongkan prasangka, meluaskan pengertian, dan hal itu akan membuka ruang yang mahaluas untuk  berdialog dan berbagi rasa.

(Kang Maman dalam #HidupKadangBegitu)