Bertepatan dengan hari Minggu (24/5/2020), tanggal 1 Syawal 1441 H menjadi Idulfitri yang tidak seperti biasanya. Sungguh berbeda. Shalat Id dilakukan di rumah saja. Kami tidak pergi kemana-mana, bahkan sebatas ke tetangga. Kami pun menahan diri untuk tidak berjumpa dahulu dengan sanak saudara.
Nyaris sepanjang hari di depan televisi menyaksikan sejumlah film apik cukup menghibur hati di tengah kegalauan gara-gara pandemi. Yang penting tetap mensyukuri apa pun yang terjadi.
Tampilkan postingan dengan label di rumah saja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label di rumah saja. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Kehilangan dan Menemukan
Hidup
adalah
perjalanan
kehilangan.
Hidup adalah
kumpulan perpisahan.
Awal Maret lalu aku mengutip kalimat dalam puisi Jalan Minnah karya Joko Pinurbo tersebut. Sekitar tiga bulan kemudian -saat ini-- hal itu menjadi bagian dari keseharian kita sejak covid-19 memasuki kehidupan kita. Sudah banyak hal yang hilang dan berkumpul bersama menjadi sesuatu yang sungguh kita rindukan. Namun, hidup juga adalah perjalanan menemukan/mendapatkan dan hidup adalah kumpulan perjumpaan.
Hingga Mei kini koleksi buku milikku memang baru bertambah tiga. Beruntunglah aku yang tinggal bersama orang-orang yang gemar membaca. Aku bisa meminjam novel-novel milik kakakku dan buku-buku sejarah koleksi keponakanku. Masih ada pula koleksi buku lawas milik mendiang orangtuaku. Membaca kembali Belajar dari Rumi (Haidar Bagir), Semesta Maulana Rumi (Abdul Hadi W.M), Membaca Sejarah Nusantara (Abdurrahman Wahid), dan buku lainnya membuat hari-hari di rumah saja menjadi tetap bermakna.
adalah
perjalanan
kehilangan.
Hidup adalah
kumpulan perpisahan.
Awal Maret lalu aku mengutip kalimat dalam puisi Jalan Minnah karya Joko Pinurbo tersebut. Sekitar tiga bulan kemudian -saat ini-- hal itu menjadi bagian dari keseharian kita sejak covid-19 memasuki kehidupan kita. Sudah banyak hal yang hilang dan berkumpul bersama menjadi sesuatu yang sungguh kita rindukan. Namun, hidup juga adalah perjalanan menemukan/mendapatkan dan hidup adalah kumpulan perjumpaan.
Hingga Mei kini koleksi buku milikku memang baru bertambah tiga. Beruntunglah aku yang tinggal bersama orang-orang yang gemar membaca. Aku bisa meminjam novel-novel milik kakakku dan buku-buku sejarah koleksi keponakanku. Masih ada pula koleksi buku lawas milik mendiang orangtuaku. Membaca kembali Belajar dari Rumi (Haidar Bagir), Semesta Maulana Rumi (Abdul Hadi W.M), Membaca Sejarah Nusantara (Abdurrahman Wahid), dan buku lainnya membuat hari-hari di rumah saja menjadi tetap bermakna.
Langganan:
Postingan (Atom)
