Tampilkan postingan dengan label hapsari satya lestari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hapsari satya lestari. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2022

Sugeng Tindak Eyang Moeradi



Seminggu yang lalu mengantar kepergian belahan jiwa sahabat kami. Menyaksikan betapa banyak yang kehilangan dan mendoakan seseorang yang baik, perhatian dengan siapa saja, dan selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik dalam setiap langkah kehidupannya. 

Hari ini kembali kami kehilangan sosok seseorang yang baik, sesepuh warga di kampung, yang menjadi 'eyang' bagi anak-anak di lingkungan kami. Beliau lah eyang Muradi kakung. Eyang Muradi kakung dan putri tinggal di ujung kompleks perumahan. Sejak kami tinggal di Jogja, beliau sekeluarga sudah terlebih dahulu menempati kompleks perumahan. Saya dan adik sebaya dengan dua putera beliau. Setiap bapak ibu 'kagungan kersa', eyang Muradi kakung putri selalu mendampingi. Ibu suwargi kompak menggiatkan kampung dan tindak haji berdua dengan eyang Muradi putri. 

Setelah saya menikah, selalu ada masa saat anak-anak kami dimomong oleh eyang Muradi kakung. Anak cucu tetangga pun dekat dengan beliau. Saat anak cucu tetangga masih bayi, eyang ikut mendorong kereta keliling kompleks. Saat mereka berusia balita, eyang mengajak main lempar bola atau jalan-jalan. Saat anak-anak sudah sekolah, eyang menyiapkan raket dan kok untuk bermain bulutangkis di lapangan kosong yang sekarang sudah menjadi bangunan. 

Eyang Muradi kakung juga rajin sekali. Saat masih sehat, setiap pagi menyusuri jalan dan membersihkan sampah dengan sapunya, mengelilingi kampung sambil menyapa para tetangga yang sedang bersih-bersih rumah atau pulang dari pasar. Tak lupa beliau membawa permen untuk dibagikan pada tetangga yang ditemui saat menyusuri jalan. 

Hari ini eyang Muradi kakung kondur untuk selamanya. Berbagai kenangan tentang kebaikan eyang Muradi kakung pun muncul di memori eyang Muradi putri dan putra wayah, keluarga, para tetangga, juga siapa saja yang mengenal beliau. 

Sugeng tindak, Eyang Muradi ... Semoga husnul khotimah ... 

Semoga eyang Muradi putri dan putra wayah ikhlas dan sabar melepas kepergian eyang Muradi kakung. Maturnuwun atas segala kebaikan Eyang. 

Innalillahi wa innailaihi roji'un ...

(Hapsari Satya Lestari)

Sabtu, 04 Juli 2020

Resital Piano Lagu-Lagu Tamansiswa


Alhamdulillah, acara Resital Piano persembahan untuk 98 tahun Perguruan Tamansiswa pada 3 Juli 2020 telah berjalan dengan baik. Bertempat di Museum Dewantara Kirti Griya di salah satu ruangan yang dahulu merupakan ruang kerja Ki Hadjar Dewantara, lagu-lagu Tamansiswa dimainkan menggunakan piano milik Ki Hadjar. Dentingan khas piano yang sudah berusia 82 tahun ini semakin memperindah lagu-lagu karya dan gubahan Ki Hadjar Dewantara, juga karya para empu Tamansiswa lainnya. Sekitar dua minggu mempelajari kembali lagu-lagu bermakna mendalam ini, mengulangnya berkali-kali, mencoba melukiskan isi lagu melalui alunan melodinya. Mendekati satu minggu hampir setiap hari berlatih di museum supaya lebih akrab dengan piano bersejarah milik Ki Hadjar dan membiasakan diri memainkannya di dalam ruang kerja beliau. 



Tibalah hari yang dinantikan. Setelah mengawalinya dengan doa bersama, resital pun dimulai. Lagu demi lagu dimainkan dengan pembacaan narasi untuk memperkuat makna setiap lagu yang akan dipersembahkan. Sempat ada sedikit gangguan teknis, namun alhamdulillah tidak mengurangi konsentrasi permainan tuts hitam putih. Denting terakhir menjadi penutup Resital Piano yang penuh dengan nuansa bersejarah ini. 
Maturnuwun, Ki Hadjar dan Nyi Hadjar Maturnuwun, Ki Narwan Sutarmas, Ki Hadisoekatno, Ki Soeratman, Ki Nayono, Ki Oengki Soekirno, Nyi Margono, dan Ki Priyo Dwiarso. Maturnuwun semua yang sudah mendukung acara ini. Semoga barokah. 
Dirgahayu Tamansiswa! Salam dan bahagia.
Silakan menyaksikan Resital Piano KHD di YouTube channel Dewantara Museum, jangan lupa Like & Subscribe.

(Hapsari Satya Lestari)



Senin, 02 Mei 2016

Mengenang Bapak Kami


Hari ini, 2 Mei 2016 ...
seluruh Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional,
hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pendiri Tamansiswa ...
Hari ini, 2 Mei,
dua puluh lima tahun yang lalu ...
kami sekeluarga masih memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus hari lahirmu.
Ada kebanggaan tersendiri karena tanggal kelahiranmu sama dengan tanggal kelahiran seorang bapak pendidikan nasional,
dan sampai hari ini saat kau tidak ada di tengah-tengah kami lagi,
kebanggaan itu masih kami rasakan.
Ki Hadjar berjuang untuk pendidikan bangsa Indonesia,
kau pun berjuang untuk masa depan anak cucumu.
Kau yang mengantar kami ke sekolah saat TK-SD & menunggu di pendopo Tamansiswa sampai kami pulang,
kau yang menyambut kami di rumah sepulang sekolah setelah SMP-SMA-mahasiswa,
kau yang setia mendampingi ibu dalam suka & duka,
kau yang menjaga kami saat ibu bertugas jauh,
kau yang hampir tidak pernah memarahi kami meskipun seorang purnawirawan,
kau yang akan selalu kami kenang sebagai bapak terbaik, bapak terkalem, bapak tersabar, bapak terhebat ...
Bapak ...
teriring selalu doa kami untukmu,
semoga bapak tenang & bahagia di sisiNya ...
sampaikan salam rindu kami untuk ibu ...

(Hapsari Satya Lestari - kakak dari Luhur Satya Pambudi)