Tampilkan postingan dengan label sori siregar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sori siregar. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2024

karya yang rumit bukan karya yang baik

 

Karya yang rumit dan sukar dipahami walaupun telah dibaca berkali-kali, bukanlah karya yang baik. Karangan itu rumit karena pengarangnya tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, karyanya juga keruh. 
Nah, sekarang ini banyak orang yang tidak lagi dapat berpikir jernih, termasuk pengarang, sehingga karangan-karangan yang super sulit sangat banyak beredar. Pesan moralnya tidak jelas dan apa sebenarnya yang diinginkan pengarang tidak ada yang tahu.

(Sori Siregar dalam cerpen "Saran Seorang Pengarang")

Kamis, 24 Juni 2021

Karya Sastra yang Jujur dan Berambisi

Kalau kamu sering membaca karya sastra, kamu pasti merasakan mana karya sastra yang ditulis dengan jujur dan sepenuh hati dan mana yang berambisi untuk menjadi perintis atau pelopor. Karya yang baik tidak harus karya perintis atau pelopor itu. Pramoedya itu bukan pelopor, tapi siapa yang berani membantah bahwa karyanya baik. "Pulang" karangan Toha Mochtar tetap menyentuh, mengharukan, indah dan enak dibaca karena ditulis dengan jujur lebih dari 50 tahun lalu. "Mercy" tulisan pemenang Hadiah Nobel, Toni Morrison, yang berkisah tentang penderitaan warga kulit hitam di Amerika tidak membuat pembaca mengerutkan kening, begitu pula karya para pemenang Nobel lainnya.

(Sori Siregar dalam cerpen Saran Seorang Pengarang)


Selamat jalan untuk Pak Sori Siregar (12 November 1939 - 21 Juni 2021).