Tampilkan postingan dengan label dee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dee. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2022

Hidup Tetap Mengirimkan Pertanda


Tak peduli aku sepakat atau tidak, hirau atau tidak, hidup tetap mengirimkan pertanda padaku seperti sahabat pena satu arah yang bersikeras mengirim surat meski aku tak ingin membalas, apalagi meminta.

(Dee dalam cerpen Firasat)


Turut berdukacita atas wafatnya Reza Gunawan, suami tercinta Dewi Lestari.

Lelaki berhati mulia yang sepanjang hidupnya telah banyak melakukan kebaikan dan membantu sesama manusia, layak belaka mendapatkan tempat terbaik di alam sana. Selamat jalan menuju keabadian.

Kamis, 10 Februari 2022

Mereka Yang Tak Paham Energi Cinta

Bunda tak bisa dan tak merasa perlu mengutuk siapa-siapa. Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia.

(Dee dalam cerpen Malaikat Juga Tahu) 

Rabu, 16 September 2020

Pepatah Bukan Sekadar Kembang Gula Susastra

Pepatah bukan sekadar kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang santai ke tepian. Dibutuhkan orang yang tersungkur jatuh dan harus lagi tertimpa tangga. Dibutuhkan sebelanga susu hanya untuk dirusak setitik nila. Dibutuhkan seorang Hera yang mencari Herman.

(Dee dalam cerpen Mencari Herman)

Senin, 11 Desember 2017

Menulis Tak Pernah Usai

Pada akhirnya, menulis adalah proses belajar yang tak pernah usai. Dan itu jugalah yang membuat menulis begitu memikat. 

(DEE)


Sabtu, 11 November 2017

Inspirasi

Inspirasi akan memilih inangnya. Seperti jodoh, ketika bertemu dan pas, terjadilah perkawinan dan muncullah entitas baru. 

(DEE/Dewi Lestari)