Tampilkan postingan dengan label seno gumira ajidarma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seno gumira ajidarma. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2021

Dunia Kelebihan Kata-kata Tanpa Makna

Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain. Mereka berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna.

(Seno Gumira Ajidarma dalam cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku) 

Rabu, 22 Mei 2019

Kalau Tidak Punya Facecook Atau Twitter


"Banyak realitas yang tidak dialami secara empiris, hanya diketahui lewat media sosial. Kita melihat realitas itu kacau, padahal secara empiris tidak. Kalau tidak berhubungan dengan media sosial, dunia akan baik-baik saja." 

"Menulis adalah mencurahkan perasaan dengan terlebih dahulu direnungkan. Kata-kata akan berbicara lebih bila direnungkan dahulu : itu yang disebut proses kreatif."  

Tentang Seno Gumira Ajidarma ketika tampil di Mocosik Festival 2018, ditulis oleh Prima Hidayah. Terdapat dalam buku MOCOSIK FESTIVAL 2018 Merayakan Buku & Musik karya Adi Yuhana dkk, diterbitkan oleh Radio Buku bekerja sama dengan Rajawali Indonesia Communication. Cetakan 1, November 2018.

Minggu, 25 Maret 2018

Berpikir Membongkar Mitos

Apa bedanya berpikir dengan tidak berpikir, sehingga sebelum bertindak seseorang sebaiknya lebih dulu berpikir? Berpikir itu artinya membongkar mitos. Kalau belum membongkar, tentu belum cukup berpikir. Artinya yang tidak berpikir hidupnya dikuasai mitos, padahal mitos sama saja dengan berhala. 

(Seno Gumira Ajidarma)

Rabu, 12 Oktober 2011

Jalan Penulis adalah Kreativitas (SGA)


Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri—satu-satunya hal yang membuat kita ada. 
(Seno Gumira Ajidarma dalam ”Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara”)