Cerita Makna, Wirosaban (14/3/23)
My Kopi O!, Sagan (16/3/23)
Kau tahu, melukis adalah pekerjaan soliter. Mungkin sama dengan menulis. Diam sendirian berlama-lama, menekuri pikiran sendiri, jauh dari hiruk pikuk, larut dalam ruang sunyi.
(Alan TH dalam novel BUI)
Hidup ini bukan rangkaian sinetron cengeng penuh air mata yang tak berujung. Kesedihan boleh ditumpahkan di dalam dada, di dalam pelukan kekasih, tetapi bukan untuk diperjualbelikan. Air mata bukan mata uang. Meski mungkin, aku salah menaksir dan menafsirkannya.
(Maman Suherman dalam novel peRempuan)
Hujan kembali menemani perjalanan pulangku dan aku menikmatinya belaka.