Tampilkan postingan dengan label operet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label operet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2019

Operet Putri Air di Anjungan Jogja TMII


AFC (Art for Children) TBY dari Yogyakarta akan mementaskan operet bertema lingkungan berjudul Putri Air pada Minggu pagi, 28 Juli 2019 di Anjungan Jogja TMII Jakarta. Pertunjukan tidak dipungut biaya. Silakan hadir menjadi saksi dan memberi apresiasi.

Senin, 22 Juli 2019

Pertemuan Terakhirku Setahun Lalu


Minggu, 22 Juli 2018, tepat setahun lalu merupakan pengalaman pertama bagi AFC (Art for Children) TBY tampil di pendopo Anjungan Jogja TMII Jakarta. AFC menampilkan operet bertajuk Pusparagam karya sutradara Broto Wijayanto. 

Saat itu -tanpa terduga- ternyata menjadi pertemuan terakhirku dengan pamanku tercinta, Om Argono Setyadi. Beliau telah tutup usia pada 24 Februari 2019, lima bulan silam.

Sabtu, 24 November 2018

Operet Cinta Alamku Indonesia 2018

Sabtu sepekan lalu (17/11/18) operet Cinta Alamku Indonesia dipentaskan oleh AFC (Art for Children) di concert hall TBY. Biarpun digelar siang hari, namun antusiasme penonton yang hadir cukup tinggi. 
Lagu Tanah Air ciptaan Ibu Soed membuka operet. Selanjutnya lagu-lagu karya Pak R. Sigit Eko Riyanto dinyanyikan anak-anak vokal yang diiringi anak-anak musik yang diasuh Mas Ghana, Mbak Dewi, dan Mas Bono. Selamat Pagi Negeriku, Mandi di Danau, Belajar dari Air, Taman Bunga, dan Panorama Negeriku adalah beberapa di antaranya yang diaransemen dengan keren oleh Mas Ghana. Anak-anak teater asuhan Mas Broto dan anak-anak tari asuhan Mbak Tere dkk bergantian tampil di atas panggung. Jingle AFC karya Mas Ghana dan Mbak Dewi menjadi penutup acara.

Terima kasih kepada teman-teman, anak-anak beserta keluarganya, para hadirin, dan Taman Budaya Yogyakarta.










Selasa, 31 Juli 2018

Penampilan Operet AFC di TMII

Berikut ini beberapa foto penampilan Operet AFC TBY "Pusparagam" di Pendopo Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta TMII Jakarta pada hari Minggu, 22 Juli 2018. Operet yang dipentaskan di Jakarta merupakan hasil kerja sama anak-anak di bidang seni musik, vokal, tari, dan teater. Anak-anak seni rupa juga mendapat kesempatan memamerkan karyanya di sebelah timur pendopo. Foto-foto tersebut telah dipasang di beranda Facebook.











Operet AFC "Pusparagam" di TMII



Operet Art for Children (AFC) TBY "Pusparagam" di Pendopo Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Minggu, 22 Juli 2018. Video dibuat oleh Aris Wijaya.

Selasa, 26 Desember 2017

Pada Sebuah Jumat

Jumat pekan lalu, 22 Desember 2017, menjadi hari yang sibuk dan mengesankan bagiku. Saat pagi aku mendapat amanat untuk berbagi pengalaman sebagai penulis cerpen dalam sesi Bincang Para Penulis yang merupakan hari ketiga acara Festival Sastra Museum Dewantara 2017 di Museum Dewantara Kirti Griya (MDKG) Tamansiswa Yogyakarta. Bersama denganku terdapat dua penulis senior dari Balai Bahasa Yogyakarta dan seorang guru Bahasa Indonesia berprestasi yang produktif dalam menulis cerita. Kami semua yang hadir lantas dijamu panitia dengan nasi sop ayam seraya menikmati alunan lagu Bunda dari Aya (salah satu peserta pelatihan) dan pembacaan cerkak (cerita cekak) dari peserta lainnya. Para pembicara mendapatkan sertifikat beserta buah tangan berupa mug dan gantungan kunci yang dihiasi ajaran Ki Hadjar Dewantara.



Malam harinya aku mendampingi anak-anak vokal AFC (Art for Children) asuhan Pak Sigit Eko Riyanto yang tampil bersama Teater Nincha mementaskan operet anak inklusi bertajuk Bhumi : Setangkai Mawar untuk Ibu di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Operet tersebut disutradarai oleh Mas Broto Wijayanto, salah satu tokoh muda berprestasi dalam bidang kebudayaan di Yogyakarta yang sudah kerap mendapat penghargaan dari banyak pihak. Oh ya, Dwipa Hanggana Prabawa (penata musik) dan Theresia Wulandari (penata gerak) juga turut terlibat dalam pementasan tersebut.

Pentas yang diinisiasi oleh salah satu UKM di Fakultas Psikologi UGM tersebut sekaligus menjadi acara penggalangan dana bagi Panti Asuhan Bina Siwi yang terletak di Pajangan Bantul. Mereka yang diasuh di sana adalah saudara-saudara kita yang difabel. Sebelum operet dipentaskan, mereka sempat unjuk kebolehan memainkan alat musik di depan penonton. Sementara itu, pemeran utama operet adalah Udana, seorang bocah tuna rungu, yang mampu bermain dan bekerja sama dengan baik bersama teman-temannya yang bisa mendengar dan berbicara biasa. Pak Tedjo Badut dan anak buahnya ikut memeriahkan panggung pertunjukan malam itu.



Selasa, 24 Oktober 2017

Operet AFC "Anak Indonesia Anak Pancasila" di TBY



Pergelaran Operet Art for Children (AFC) "Anak Indonesia Anak Pancasila" yang dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada 17 Oktober 2017. Video dibuat oleh Aris Wijaya.

Kamis, 19 Oktober 2017

"Anak Indonesia Anak Pancasila" Dipentaskan AFC di TBY

Pergelaran operet "Anak Indonesia Anak Pancasila" persembahan dari Art for Children (AFC) telah dimainkan dengan apik pada Selasa, 17 Oktober 2017, malam lalu. Pertunjukan kolaborasi anak-anak dari kelas musik, vokal, tari, dan teater tersebut berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sekaligus menjadi penutup rangkaian Pekan Seni AFC 2017. Kehadiran penonton yang memenuhi gedung menjadi kejutan menggembirakan bagi kami yang terlibat dalam pementasan malam itu. Sebelum lakon utama dimainkan, anak-anak vokal kelas Minggu membawakan tiga lagu karya Pak Sigit Eko Riyanto, yaitu : Pesawat Kertas, Riang-Riang, dan Anak Indonesia Anak Pancasila, dengan diiringi suara piano belaka. 





Operet dibuka dengan monolog empat anak teater yang berperan sebagai makhluk planet/alien dengan kostumnya yang menarik. Setelah itu anak-anak tari dan anak-anak vokal berbagi panggung dengan anak-anak musik yang mengiringi semua lagu secara orkestra di bawah dirigen Dwipa Hanggana Prabawa. Lagu-lagu daerah Nusantara dari Aceh hingga Papua mendominasi pertunjukan. Bungong Jeumpa, Medley Ondel-Ondel dan Sang Bango, Lir-Ilir, Medley Jaranan dan Janger, dan Rek Ayo Rek dibawakan para penari, dari yang masih anak-anak PAUD/TK hingga yang sudah remaja. Sigulempong, Manuk Dadali, Medley Gundul Pacul-Suwe Ora Jamu-Cublak Suweng, Ampar-Ampar Pisang, Yamko Rambe Yamko, dan Rasa Sayange dibawakan anak vokal kelas Jumat dengan koreografi yang dinamis. Setelah adegan terakhir anak-anak teater, dua lagu bertema nasionalisme karya Pak Sigit dinyanyikan anak vokal, yaitu : Dwi Warna dan Garuda Muda. Jingle AFC karya Dwipa Hanggana Prabawa dan Dewi Kurniawati dinyanyikan oleh seluruh anak yang tampil menutup pertunjukan malam itu.





Rabu, 14 Desember 2016

Operet AFC 2016

Rabu dua pekan silam, 30 November 2016, Art for Children (AFC) Taman Budaya Yogyakarta menggelar operet anak "Indonesia Pintar" yang sekaligus menjadi penutup acara Gelar Seni Anak 2016. Setelah pameran seni rupa (17-24/10), maka operet merupakan hasil kerja sama anak-anak musik, vokal, tari, dan teater. Untuk pertama kalinya anak-anak musik mengiringi secara langsung teman-temannya menyanyi, menari, dan berlakon dalam sebuah pementasan. Seluruh aransemen musik digarap oleh Dwipa Hanggana Prabawa, yang uga bertindak sebagai dirigen orkestra. Sementara hampir semua lagu diciptakan oleh R. Sigit Eko Riyanto, pengasuh vokal AFC. Lagu-lagu karya beliau, yaitu : Selamat Pagi Negeriku, Ayo Mandi, Ke Sekolah, Hari Esokmu, Bermain, dan Ayo Belajar. Satu lagu karya Melly Goeslaw adalah Terima Kasih Guruku dan Jingle AFC sebagai lagu penutup adalah karya Dwipa Hanggana Prabawa dan Dewi Kurniawati. Penata tari oleh Theresia Wulandari, Anastasia Yayuk, dan Utik Wisni. Operet disutradarai oleh Broto Wijayanto. Pertunjukan dihadiri oleh Kepala TBY dan seluruh pengajar AFC -termasuk saya- berkesempatan berfoto bersama beliau di akhir acara.

Di bawah ini sejumlah foto yang dijepret lewat kamera ponsel dari beberapa orang yang sebelumnya tersebar lewat aplikasi WhatsApp.











Selasa, 26 Januari 2016

Sekuntum Mawar (Nadine dkk/Operet "Bumiku Indah" AFC TBY)



Lagu "Sekuntum Mawar" karya AT.Mahmud; dinyanyikan oleh Nadine Nabila, Aya, Naya, dan Zahra dalam operet "Bumiku Indah" di acara Pekan Seni AFC (Art for Children) 2015 pada 11 Oktober 2015 di Concert Hall TBY. Lagu diiringi oleh Luhur Satya Pambudi. Video musik dibuat dan diunggah di Youtube oleh M. Jauhar al-Hakimi (ayah Nadine).

Hanya Satu (Eben/Operet "Bumiku Indah" AFC TBY)




Lagu "Hanya Satu" (Mocca) dinyanyikan oleh Eben Valentino Manalu dalam operet "Bumiku Indah" di acara Pekan Seni AFC (Art for Children) 2015 pada 11 Oktober 2015 di Concert Hall TBY. Lagu diiringi oleh Luhur Satya Pambudi. Video musik dibuat dan diunggah di Youtube oleh Jeksen Manalu (ayah Eben).

Jumat, 31 Oktober 2014

Pekan Seni Anak AFC Awal Oktober 2014



Penampilan bersama anak-anak musik dan vokal AFC di TBY (6/10).

Operet "Pinokio" di Concert Hall TBY (7/10).

Penampilan anak-anak vokal dalam operet "Cindelaras" di Concert Hall TBY (7/10).

Kolaborasi anak-anak teater, tari, dan vokal dalam operet "Cindelaras".



Para pengajar AFC : Pak Sigit, Mbak Yayuk, Mbak Tere, Mbak Utik, saya, dan Mas Broto.
Foto-foto karya M. Jauhar Al Hakimi.