Tampilkan postingan dengan label anak indonesia anak pancasila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak indonesia anak pancasila. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 Maret 2018
Ampar-Ampar Pisang (Art for Children TBY)
Lagu daerah "Ampar-Ampar Pisang" dari Kalimantan Selatan dibawakan oleh anak-anak vokal dan ensembel musik Art for Children (AFC) dalam operet "Anak Indonesia Anak Pancasila" di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada 17 Oktober 2017. Video dibuat oleh Wahyana Giri.
Selasa, 24 Oktober 2017
Operet AFC "Anak Indonesia Anak Pancasila" di TBY
Pergelaran Operet Art for Children (AFC) "Anak Indonesia Anak Pancasila" yang dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada 17 Oktober 2017. Video dibuat oleh Aris Wijaya.
Kamis, 19 Oktober 2017
"Anak Indonesia Anak Pancasila" Dipentaskan AFC di TBY
Pergelaran operet "Anak Indonesia Anak Pancasila" persembahan dari Art for Children (AFC) telah dimainkan dengan apik pada Selasa, 17 Oktober 2017, malam lalu. Pertunjukan kolaborasi anak-anak dari kelas musik, vokal, tari, dan teater tersebut berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sekaligus menjadi penutup rangkaian Pekan Seni AFC 2017. Kehadiran penonton yang memenuhi gedung menjadi kejutan menggembirakan bagi kami yang terlibat dalam pementasan malam itu. Sebelum lakon utama dimainkan, anak-anak vokal kelas Minggu membawakan tiga lagu karya Pak Sigit Eko Riyanto, yaitu : Pesawat Kertas, Riang-Riang, dan Anak Indonesia Anak Pancasila, dengan diiringi suara piano belaka.
Operet dibuka dengan monolog empat anak teater yang berperan sebagai makhluk planet/alien dengan kostumnya yang menarik. Setelah itu anak-anak tari dan anak-anak vokal berbagi panggung dengan anak-anak musik yang mengiringi semua lagu secara orkestra di bawah dirigen Dwipa Hanggana Prabawa. Lagu-lagu daerah Nusantara dari Aceh hingga Papua mendominasi pertunjukan. Bungong Jeumpa, Medley Ondel-Ondel dan Sang Bango, Lir-Ilir, Medley Jaranan dan Janger, dan Rek Ayo Rek dibawakan para penari, dari yang masih anak-anak PAUD/TK hingga yang sudah remaja. Sigulempong, Manuk Dadali, Medley Gundul Pacul-Suwe Ora Jamu-Cublak Suweng, Ampar-Ampar Pisang, Yamko Rambe Yamko, dan Rasa Sayange dibawakan anak vokal kelas Jumat dengan koreografi yang dinamis. Setelah adegan terakhir anak-anak teater, dua lagu bertema nasionalisme karya Pak Sigit dinyanyikan anak vokal, yaitu : Dwi Warna dan Garuda Muda. Jingle AFC karya Dwipa Hanggana Prabawa dan Dewi Kurniawati dinyanyikan oleh seluruh anak yang tampil menutup pertunjukan malam itu.
Operet dibuka dengan monolog empat anak teater yang berperan sebagai makhluk planet/alien dengan kostumnya yang menarik. Setelah itu anak-anak tari dan anak-anak vokal berbagi panggung dengan anak-anak musik yang mengiringi semua lagu secara orkestra di bawah dirigen Dwipa Hanggana Prabawa. Lagu-lagu daerah Nusantara dari Aceh hingga Papua mendominasi pertunjukan. Bungong Jeumpa, Medley Ondel-Ondel dan Sang Bango, Lir-Ilir, Medley Jaranan dan Janger, dan Rek Ayo Rek dibawakan para penari, dari yang masih anak-anak PAUD/TK hingga yang sudah remaja. Sigulempong, Manuk Dadali, Medley Gundul Pacul-Suwe Ora Jamu-Cublak Suweng, Ampar-Ampar Pisang, Yamko Rambe Yamko, dan Rasa Sayange dibawakan anak vokal kelas Jumat dengan koreografi yang dinamis. Setelah adegan terakhir anak-anak teater, dua lagu bertema nasionalisme karya Pak Sigit dinyanyikan anak vokal, yaitu : Dwi Warna dan Garuda Muda. Jingle AFC karya Dwipa Hanggana Prabawa dan Dewi Kurniawati dinyanyikan oleh seluruh anak yang tampil menutup pertunjukan malam itu.
Selasa, 17 Oktober 2017
Langganan:
Postingan (Atom)








