Kalau kita berdoa, mari kita bilang pada-Nya bahwa yang kita anggap musuh-musuh kita itu adalah juga saudara-saudara kita.
(Remy Sylado)
Kalau kita berdoa, mari kita bilang pada-Nya bahwa yang kita anggap musuh-musuh kita itu adalah juga saudara-saudara kita.
(Remy Sylado)
Masih kuingat malam itu, sehabis sebuah pementasan wayang kulit alternatif di kampusku yang melibatkanmu, kita berdua lantas makan secara lesehan di trotoar jalan Solo bersama ia dan istri cantiknya yang tengah hamil tua. Sekian tahun kemudian, kawan karibmu malah bagaikan menapaktilasi langkahmu, yaitu berpisah dari sang istri dan anak lelakinya.
Belasan tahun sudah berlalu. Sahabatmu pada masa kini menjadi figur yang kian dihormati dan diapresiasi berbagai kalangan di seluruh penjuru negeri. Banyak pihak yang mengakui kemampuannya sebagai aktor berkualitas hebat, hingga layaklah ketika sejumlah penghargaan pun telah diterimanya. Karya-karya barunya terus bermunculan dan semakin beragam wujudnya, tapi ia tetaplah lelaki yang ramah dan rendah hati. Buktinya, saban aku dan ia berjumpa tanpa rencana, salah satu di antara kami pasti akan lebih dahulu menyapa. Dalam dua kali pertemuan terakhir kami, aku bisa berbincang dengannya lebih lama ketimbang sebelumnya yang seperti berbasa-basi belaka. Ada kebahagiaan tersendiri yang rasanya menjelma.
Om Adji, kawan karibmu itu hari ini menyusulmu ke alam berikutnya.
Selamat jalan, Mas Gunawan Maryanto (10 April 1976 - 6 Oktober 2021).
Semoga terang dan nyaman kehidupanmu di sana.