Rabu, 21 Maret 2012
Membunuh Kesedihan dengan Cinta
Membunuh kesedihan bukan dengan melarut di lautan tawa, tapi mengisi lubang baru di hatimu itu dengan cinta, yang telah kita punya. (Ki Nanang Hape)
Rabu, 22 Februari 2012
Penulis Hanya Mencoba
Yang
bisa kita lakukan sebagai penulis hanyalah mencoba, mengerahkan
usaha, menabur benih, dan menuai panen yang diberikan dengan penuh
sukacita serta syukur.
(Dan Millman)
Senin, 13 Februari 2012
Pengalaman Bak Mutiara
Banyak
orang yang panjang pengalamannya tapi tak kunjung belajar, namun tak
jarang pengalaman yang pendek mencerahkan sepanjang hidup. Pengalaman
semacam itu bak mutiara. (dikutip dari novel ‘Edensor’ karya Andrea
Hirata)
Rabu, 18 Januari 2012
Tak Ada Mimpi Terlalu Tinggi
Mimpi
bisa jadi nyata bila engkau berusaha untuk mewujudkannya.
Tak ada mimpi yang terlalu tinggi.
Semua sangat mungkin untuk diraih. (Pemimpi – Naif Band)
Tak ada mimpi yang terlalu tinggi.
Semua sangat mungkin untuk diraih. (Pemimpi – Naif Band)
Model Indonesia Favorit 2011 di Wallpapapers of Lou
Rabu, 11 Januari 2012
Album Terbaik Indonesia 2011
Melanjutkan
kebiasaan sejak tahun 2008, kembali saya menyusun senarai album musik
Indonesia yang saya dengar sepanjang 2011 -yang tidak banyak juga-
dan layak menjadi yang terbaik. Maka jelas bahwa pilihan saya sangat
subjektif lantaran alasannya adalah saya senang menyimak
lagu-lagunya, lalu kata hati maupun benak saya bagus belaka, serta
tentu saja dengan selera musik dan keterbatasan wawasan yang saya
miliki.
Sebelum
menyusun daftar tersebut, saya sudah lebih dahulu membaca 20 Album
Terbaik Indonesia 2011 versi majalah Rolling Stone Indonesia (RSI).
Hal itu memang agak di luar kebiasaaan. Ternyata ada banyak album
dengan genre rock dan jazz yang mendominasinya. Tercatat hanya empat
nama yang pernah saya dengar serta masuk dalam daftar saya, yaitu :
Barry Likumahuwa Project (Generasi Synergy), Trisum (Five in One),
Naif (Planet Cinta), dan Sheila on 7 (Berlayar). Selain itu saya
cukup penasaran ingin mendengarkan Gugun Blues Shelters (Satu untuk
Berbagi), LLW (Long Live Wisdom), dan Tohpati Bertiga (Riot). Album
anyar GBS menarik karena mayoritas lirik lagunya dalam bahasa
Indonesia. Bahkan RSI menjadikan singel ’Jangan Berkata dalam Hati’
sebagai salah satu lagu terbaik Indonesia 2011. LLW (Lesmana
Likumahuwa Winarta) adalah aksi kibordis senior Indra Lesmana bersama
dua musisi muda berbakat, Barry Likumahuwa (bass) dan Sandy Winarta
(drum). Sementara Tohpati Bertiga adalah proyek terbaru gitaris
Tohpati bersama Indro Hardjodikoro (bass) dan Bowie (drum, anggota
GBS). Saya pernah melihat aksi live mereka ketika bermain di
Ngayogjazz 2011 yang berlangsung di halaman rumah pelukis sepuh Djoko
Pekik. Tohpati terkesan lebih ngerock dan bermain cepat dalam aksinya
tersebut.
Berikut
ini daftar album pilihan saya di tahun 2011 yang disusun berdasarkan
urutan abjad nama artis/albumnya belaka.
- A Tribute to KLa Project
Setelah pada 2010
KLa Project merilis album baru Exellentia, maka di tahun 2011 Lilo
KLa menjadi produser album A Tribute to KLa Project. Sejumlah nama
band kondang maupun penyanyi solo tenar turut mengisi album yang
hanya dijual di minimarket terkenal yang tersebar di seluruh
Indonesia itu.
Mereka
adalah Ungu, Maliq n D’Essentials, Kerispatih, RAN, The Upstairs,
Ahmad Dhani, Vidi Aldiano, dan Pongki Barata. Ada
pula nama yang relatif baru seperti Babas dan Violet. Nama terakhir
merupakan trio vokalis sekaligus violis yang terdiri dari tiga
perempuan muda yang cantik (Sherrin, Ava, Mia).
Meski tidak banyak
yang memberi tafsir baru pada sejumlah hits KLa, namun setidaknya
generasi muda saat ini bisa berkenalan dengan lagu-lagu pop
berkualitas milik musisi Indonesia yang pernah sangat digemari di
masa lalu.
Lagu favorit saya
: Meski Tlah Jauh, Bahagia Tanpamu, Prasangka, Semoga, Tentang Kita,
dll.
- Anggun : Echoes
Anggun tetap
menunjukkan konsistensinya dalam bermusk dengan merilis album
terbarunya di tahun 2011. Penyanyi internasional kebanggaan Indonesia
tersebut belakangan tampak semakin eksis dengan kerap tampil menjadi
bintang iklan berbagai produk di media cetak maupun elektornik. Lagu
’Berkilaulah’ merupakan lagu yang sangat inspiratif dan paling
saya sukai.
Lagu favorit saya
: Berkilaulah, Hanyalah Cinta, Silent Vow, Eternal, dll.
- Barry Likumahuwa Project : Generasi Synergy
Barry Likumahuwa
adalah pemain bass muda yang permainannya disegani banyak musisi
Indonesia. Bahkan seorang Fariz RM pun mengajaknya ketika di tahun
2011 sempat pentas di Jogja. Setelah di album sebelumnya, Barry
tampil dengan namanya sendiri, maka kali ini ia beraksi bersama
kelompoknya. Materi lagu dalam album ini asyik sekali di kuping,
seolah terus memberi semangat, dan jelas tidak membosankan. Ada
beberapa lagu dengan vokal, sementara selebihnya merupakan nomor
instrumentalia.
Lagu favorit saya
: Generasi Synergy, Twitter Jam, Heart Keeper, Saat Kau Milikku,
Kappanya, dll.
- Gigi : Sweet 17
Tanpa terasa
sebuah band bernama Gigi telah berusia 17 tahun. Setelah sempat
bergonta-ganti personel, tampaknya kuartet Armand Maulana, Dewa
Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy sudah menjadi komposisi band
yang paling solid hingga hari ini.
Lagu favorit saya
: Sahabat, Distorsi Manusia, Bunga Syurgawi, Mana Hati, Smoga Saja,
dll.
- Jubing Kristianto : Kaki Langit
Yang paling
menarik dari album terbaru Jubing yaitu adanya lagu anak-anak
’Gembira Berkumpul’ hasil karya Pak AT Mahmud yang pernah populer
oleh Tasya tempo hari.
Lagu favorit saya
: Wangi Hujan, Bengawan Solo, Gembira Berkumpul, Sarinande,
Blackbird, dll.
- Komunitas Jazz Kemayoran : Compilation Chapter One
Terdapat
10 artis artis yang terlibat dalam album ini. Mereka adalah 416,
D’Etudiant, Zarro, Laconiek, Sketsa, Beben Jazz, Soultrain, Earth,
Zinnia, dan Vodka. Ada sejumlah lagu instrumentalia, sementara yang
dengan vokal ada yang berlirik Inggris, Indonesia, maupun bahasa
daerah (La La Laya dari Zarro).
Lagu
favorit saya : Above The Sky, La La Laya, Alexa, Satu yang Pasti,
Where Do We Go From Here, dll.
- Musikal Laskar Pelangi (Original Cast Recording)
Setelah
sukses tampil di panggung, lagu-lagu dalam Musikal Laskar Pelangi
hadir dalam sebuah album. Lagu ciptaan Erwin Gutawa dan Mira Lesmana
ternyata tetap dapat dinikmati tanpa harus melihat pertunjukannya.
Dira Sugandi dan Eka Deli yang sudah teruji kualitas vokalnya
ditemani oleh penyanyi remaja bersaura emas seperti Cristoffer Nelwan
atau Hilmi Faturrahman.
Lagu
favorit saya : Anak Pelangi, Jari-jari Cantik, Sahabat Alam, Menanti
Ayah Menanti Lintang, dll.
- Naif : Planet Cinta
Naif
tampil dengan lagu-lagu yang sebenarnya semua layak menjadi hits.
Meski jenis musiknya variatif, tapi tetap ada benang merah Naif-nya.
Sayang sekali mereka nyaris tidak pernah tampil di televisi lagi.
Kita pasti ingat bahwa mereka pernah sangat terkenal dengan lagu dan
videoklip ‘Posesif’.
Singel
‘Karena Kamu Cuma Satu’ menjadi salah satu lagu terbaik dan
videoklip terbaik versi majalah RSI. Oya, bagi para pendengar radio,
Naif sepanjang bulan Januari 2011 akan bersiaran di I-Radio (Jakarta,
Bandung, Jogja, Makassar) setiap Selasa malam pukul 20.00 – 22.00.
Lagu favorit saya
: Karena Kamu Cuma Satu, Apa Adanya, Planet Cinta, Cuek, Berjalan di
Bulan, Pemimpi, dll.
- Raisa
Raisa
Andriana menjadi fenomena tersendiri akhir-akhir ini. Tidak hanya
karena bersuara khas sebagai penyanyi, dia pun berparas sangat cantik
dan berwaruga apik, maka layaklah jika sudah memiliki banyak
penggemar. Asta Andoko (RAN), Ramadhan Handy, dan Adrianto Ario Seto
(Soulvibe) merupakan produser album solo pertama Raisa yang berjudul
sama dengan namanya.
Lagu
favorit saya : Serba Salah, Apalah (Arti Menunggu), Could It Be,
Inginku, Terjebak Nostalgia, dll.
- Sheila on 7 : Berlayar
Sheila on 7
ternyata masih tetap bertaji! Setelah pernah mengalami masa penuh
kejayaan, lantas sempat rada tenggelam (meski sebenarnya tetap
merilis album), Eross Candra dkk kembali menelurkan sejumlah hits
lewat album terbarunya. Lagu-lagu seperti ’Hari Bersamanya’,
’Pasti Ku Bisa’, atau ’Hujan Turun’ terasa sangat akrab di
telinga kita, seperti dahulu kita pernah menyukai ’Kita’, ’Dan’,
’Sephia’, ’Seberapa Pantas’, ’Berhenti Berharap’,
’Pejantan Tangguh’ dan masih banyak lagi hits mereka.
Lagu favorit saya
: Pasti Ku Bisa, Hujan Turun, Hari Bersamanya, Berlayar Denganku,
Bait Pertama, dll.
- Trisum : Five in One
Trio
gitaris papan atas Indonesia : Dewa Budjana, Tohpati, dan Balawan
menelurkan album keduanya. Echa Sumantri (drum) dan Indro
Hardjodikoro (bass) mendukung sepenuhnya aksi mereka bertiga dalam
Five in One. Ada sebuah lagu yang lucu, mendengarnya saja bisa
membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat
Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’.
Lagu
favorit saya : Unyil, Love To Be Around You, Pulang, Rahwana, All U
Can Eat, dll.
- Ubiet & Dian HP : Komposisi Delapan Cinta (Puisi : Nirwan Dewanto & Sritok Srengenge)
Komposisi
Delapan Cinta merupakan musikalisasi pusi karya Nirwan Dewanto dan
Sritok Srengenge oleh Dian HP dan Ubiet. Jika kebanyakan lagu hasil
musikalisasi puisi lebih sering diiringi gitar akustik, maka selalu
ada suara piano Dian HP yang mengirigi suara unik Ubiet dalam album
yang sebagian materinya direkam di Bangun Jiwo Yogyakarta tersebut.
Selebihnya ada suara akordeon, cello, flute, klarinet, biola,
marimba, dan kontra bas yang memperindah lagu. Di antara lagu-lagu
sendu nan syahdu, ada Kuintet (puisi Nirwan Dewanto) yang sangat
energik dan menghibur. Setidaknya terdapat dua videoklip dari album
ini yang pernah saya simak di Youtube.
Lagu
favorit saya : Menulis Cinta, Kuintet, Penghujung Musim Hujan, Air,
dll.
Label:
2011,
a tribute,
album terbaik,
anggun,
Barry Likumahuwa,
Dian HP,
GIGI,
Jubing Kristianto,
KLa Project,
Musikal Laskar Pelangi,
musikalisasi puisi,
Naif,
Raisa Andriana,
Sheila on 7,
Trisum,
Ubiet
Rabu, 04 Januari 2012
Lebih Bersyukur Seusai Pentas Teman-teman Tunarungu
Beberapa
hari menjelang pergantian tahun, tepatnya pada Rabu, 28 Desember
2011, ada sebuah pertunjukan seni yang tidak biasa tersaji
di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Sebuah komunitas seni yang
terdiri dari teman-teman kita yang tunarungu, yang bernama Deaf Art
Community (DAC), memperingati hari jadinya yang ke-7 sekaligus
membuat pementasan bertajuk ”Aku Ingin Menjadi Kupu-Kupu”.
Menurut Broto Wijayanto –pendiri sekaligus pengasuh DAC- yang malam
itu bertindak sebagai pembawa acara, pementasan tersebut dapat
berlangsung atas kebaikan hati seseorang yang kaya raya, sehingga
penonton tidak dipungut bayaran sepeser pun.
Ada
beberapa hal yang tidak biasa mesti dilakukan oleh penonton malam
itu. Jika kami bermaksud memberi apresiasi kepada teman-teman di atas
panggung, kami tidak bertepuk tangan, tapi melambaikan kedua tangan
yang diangkat ke atas. Jika kami menyukainya, kami bisa mengacungkan
salam tiga jari (dikenal dengan sebutan ’salam metal’) yang
sesungguhnya bermakna ’I love you’. Maka berkali-kali kami
melambaikan tangan kami melihat penampilan mereka yang menari,
menyampaikan puisi visual, sulap, dan pantomim. Semula saya tidak
bisa membayangkan musik apa yang akan mengiringi penampilan mereka.
Ternyata di sebelah kanan depan panggung terdapat sekelompok pemuda
yang tergabung dalam kelompok ’Indonesian Beatbox Jogja’ alias
BEJO, yang menampilkan musik yang dikeluarkan dari mulut. Mereka
adalah musisi pengiring pentas malam itu.
Melihat
teman-teman yang tuli tampil di atas pentas menimbulkan kekaguman
tersendiri bagi kami. Terutama ketika mereka menari hip-hop dengan
suasana amat nikmat dan mengasyikkan, padahal mereka sama sekali
tidak mendengar suara musik apa pun! Ternyata meski mereka tidak dapat mendengar suara di luar mereka, namun mereka tetap mampu mengikuti irama dari detak jantung mereka sendiri. Apa yang disampaikan oleh dua
ibu dosen seni sehabis pementasan cukup mewakili apa yang dirasakan
oleh penonton. Semoga DAC akan terus berkarya dan semakin kreatif di
masa mendatang.
Seusai
menyimak aksi teman-teman DAC membuat saya lebih bersyukur atas
segala karunia Ilahi, baik yang saya miliki maupun yang tidak saya
punyai. Mereka yang tuli -sekaligus tak bisa bicara dengan suara
mereka- saja sanggup menikmati hidup, tampil dengan sangat percaya
diri, dan jelas sekali mereka adalah orang-orang yang sangat
bersyukur. Benar kata Mas Broto bahwa mereka merupakan guru yang baik
karena kita –yang merasa normal dan sempurna- ternyata justru bisa
belajar banyak dari mereka bagaimana sebaiknya menyikapi hidup ini.
Foto : http://cekitdotfree.com
Langganan:
Postingan (Atom)

















