Tampilkan postingan dengan label Trisum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trisum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Album Terbaik Indonesia 2011




Melanjutkan kebiasaan sejak tahun 2008, kembali saya menyusun senarai album musik Indonesia yang saya dengar sepanjang 2011 -yang tidak banyak juga- dan layak menjadi yang terbaik. Maka jelas bahwa pilihan saya sangat subjektif lantaran alasannya adalah saya senang menyimak lagu-lagunya, lalu kata hati maupun benak saya bagus belaka, serta tentu saja dengan selera musik dan keterbatasan wawasan yang saya miliki.

Sebelum menyusun daftar tersebut, saya sudah lebih dahulu membaca 20 Album Terbaik Indonesia 2011 versi majalah Rolling Stone Indonesia (RSI). Hal itu memang agak di luar kebiasaaan. Ternyata ada banyak album dengan genre rock dan jazz yang mendominasinya. Tercatat hanya empat nama yang pernah saya dengar serta masuk dalam daftar saya, yaitu : Barry Likumahuwa Project (Generasi Synergy), Trisum (Five in One), Naif (Planet Cinta), dan Sheila on 7 (Berlayar). Selain itu saya cukup penasaran ingin mendengarkan Gugun Blues Shelters (Satu untuk Berbagi), LLW (Long Live Wisdom), dan Tohpati Bertiga (Riot). Album anyar GBS menarik karena mayoritas lirik lagunya dalam bahasa Indonesia. Bahkan RSI menjadikan singel ’Jangan Berkata dalam Hati’ sebagai salah satu lagu terbaik Indonesia 2011. LLW (Lesmana Likumahuwa Winarta) adalah aksi kibordis senior Indra Lesmana bersama dua musisi muda berbakat, Barry Likumahuwa (bass) dan Sandy Winarta (drum). Sementara Tohpati Bertiga adalah proyek terbaru gitaris Tohpati bersama Indro Hardjodikoro (bass) dan Bowie (drum, anggota GBS). Saya pernah melihat aksi live mereka ketika bermain di Ngayogjazz 2011 yang berlangsung di halaman rumah pelukis sepuh Djoko Pekik. Tohpati terkesan lebih ngerock dan bermain cepat dalam aksinya tersebut.

Berikut ini daftar album pilihan saya di tahun 2011 yang disusun berdasarkan urutan abjad nama artis/albumnya belaka.

  1. A Tribute to KLa Project
Setelah pada 2010 KLa Project merilis album baru Exellentia, maka di tahun 2011 Lilo KLa menjadi produser album A Tribute to KLa Project. Sejumlah nama band kondang maupun penyanyi solo tenar turut mengisi album yang hanya dijual di minimarket terkenal yang tersebar di seluruh Indonesia itu.
Mereka adalah Ungu, Maliq n D’Essentials, Kerispatih, RAN, The Upstairs, Ahmad Dhani, Vidi Aldiano, dan Pongki Barata. Ada pula nama yang relatif baru seperti Babas dan Violet. Nama terakhir merupakan trio vokalis sekaligus violis yang terdiri dari tiga perempuan muda yang cantik (Sherrin, Ava, Mia).
Meski tidak banyak yang memberi tafsir baru pada sejumlah hits KLa, namun setidaknya generasi muda saat ini bisa berkenalan dengan lagu-lagu pop berkualitas milik musisi Indonesia yang pernah sangat digemari di masa lalu.
Lagu favorit saya : Meski Tlah Jauh, Bahagia Tanpamu, Prasangka, Semoga, Tentang Kita, dll.

  1. Anggun : Echoes
Anggun tetap menunjukkan konsistensinya dalam bermusk dengan merilis album terbarunya di tahun 2011. Penyanyi internasional kebanggaan Indonesia tersebut belakangan tampak semakin eksis dengan kerap tampil menjadi bintang iklan berbagai produk di media cetak maupun elektornik. Lagu ’Berkilaulah’ merupakan lagu yang sangat inspiratif dan paling saya sukai.
Lagu favorit saya : Berkilaulah, Hanyalah Cinta, Silent Vow, Eternal, dll.

  1. Barry Likumahuwa Project : Generasi Synergy
Barry Likumahuwa adalah pemain bass muda yang permainannya disegani banyak musisi Indonesia. Bahkan seorang Fariz RM pun mengajaknya ketika di tahun 2011 sempat pentas di Jogja. Setelah di album sebelumnya, Barry tampil dengan namanya sendiri, maka kali ini ia beraksi bersama kelompoknya. Materi lagu dalam album ini asyik sekali di kuping, seolah terus memberi semangat, dan jelas tidak membosankan. Ada beberapa lagu dengan vokal, sementara selebihnya merupakan nomor instrumentalia.
Lagu favorit saya : Generasi Synergy, Twitter Jam, Heart Keeper, Saat Kau Milikku, Kappanya, dll.

  1. Gigi : Sweet 17
Tanpa terasa sebuah band bernama Gigi telah berusia 17 tahun. Setelah sempat bergonta-ganti personel, tampaknya kuartet Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy sudah menjadi komposisi band yang paling solid hingga hari ini.
Lagu favorit saya : Sahabat, Distorsi Manusia, Bunga Syurgawi, Mana Hati, Smoga Saja, dll.

  1. Jubing Kristianto : Kaki Langit
Yang paling menarik dari album terbaru Jubing yaitu adanya lagu anak-anak ’Gembira Berkumpul’ hasil karya Pak AT Mahmud yang pernah populer oleh Tasya tempo hari.
Lagu favorit saya : Wangi Hujan, Bengawan Solo, Gembira Berkumpul, Sarinande, Blackbird, dll.

  1. Komunitas Jazz Kemayoran : Compilation Chapter One
Terdapat 10 artis artis yang terlibat dalam album ini. Mereka adalah 416, D’Etudiant, Zarro, Laconiek, Sketsa, Beben Jazz, Soultrain, Earth, Zinnia, dan Vodka. Ada sejumlah lagu instrumentalia, sementara yang dengan vokal ada yang berlirik Inggris, Indonesia, maupun bahasa daerah (La La Laya dari Zarro).
Lagu favorit saya : Above The Sky, La La Laya, Alexa, Satu yang Pasti, Where Do We Go From Here, dll.

  1. Musikal Laskar Pelangi (Original Cast Recording)
Setelah sukses tampil di panggung, lagu-lagu dalam Musikal Laskar Pelangi hadir dalam sebuah album. Lagu ciptaan Erwin Gutawa dan Mira Lesmana ternyata tetap dapat dinikmati tanpa harus melihat pertunjukannya. Dira Sugandi dan Eka Deli yang sudah teruji kualitas vokalnya ditemani oleh penyanyi remaja bersaura emas seperti Cristoffer Nelwan atau Hilmi Faturrahman.
Lagu favorit saya : Anak Pelangi, Jari-jari Cantik, Sahabat Alam, Menanti Ayah Menanti Lintang, dll.

  1. Naif : Planet Cinta
Naif tampil dengan lagu-lagu yang sebenarnya semua layak menjadi hits. Meski jenis musiknya variatif, tapi tetap ada benang merah Naif-nya. Sayang sekali mereka nyaris tidak pernah tampil di televisi lagi. Kita pasti ingat bahwa mereka pernah sangat terkenal dengan lagu dan videoklip ‘Posesif’.
Singel ‘Karena Kamu Cuma Satu’ menjadi salah satu lagu terbaik dan videoklip terbaik versi majalah RSI. Oya, bagi para pendengar radio, Naif sepanjang bulan Januari 2011 akan bersiaran di I-Radio (Jakarta, Bandung, Jogja, Makassar) setiap Selasa malam pukul 20.00 – 22.00.
Lagu favorit saya : Karena Kamu Cuma Satu, Apa Adanya, Planet Cinta, Cuek, Berjalan di Bulan, Pemimpi, dll.

  1. Raisa
Raisa Andriana menjadi fenomena tersendiri akhir-akhir ini. Tidak hanya karena bersuara khas sebagai penyanyi, dia pun berparas sangat cantik dan berwaruga apik, maka layaklah jika sudah memiliki banyak penggemar. Asta Andoko (RAN), Ramadhan Handy, dan Adrianto Ario Seto (Soulvibe) merupakan produser album solo pertama Raisa yang berjudul sama dengan namanya.
Lagu favorit saya : Serba Salah, Apalah (Arti Menunggu), Could It Be, Inginku, Terjebak Nostalgia, dll.

  1. Sheila on 7 : Berlayar
Sheila on 7 ternyata masih tetap bertaji! Setelah pernah mengalami masa penuh kejayaan, lantas sempat rada tenggelam (meski sebenarnya tetap merilis album), Eross Candra dkk kembali menelurkan sejumlah hits lewat album terbarunya. Lagu-lagu seperti ’Hari Bersamanya’, ’Pasti Ku Bisa’, atau ’Hujan Turun’ terasa sangat akrab di telinga kita, seperti dahulu kita pernah menyukai ’Kita’, ’Dan’, ’Sephia’, ’Seberapa Pantas’, ’Berhenti Berharap’, ’Pejantan Tangguh’ dan masih banyak lagi hits mereka.
Lagu favorit saya : Pasti Ku Bisa, Hujan Turun, Hari Bersamanya, Berlayar Denganku, Bait Pertama, dll.

  1. Trisum : Five in One
Trio gitaris papan atas Indonesia : Dewa Budjana, Tohpati, dan Balawan menelurkan album keduanya. Echa Sumantri (drum) dan Indro Hardjodikoro (bass) mendukung sepenuhnya aksi mereka bertiga dalam Five in One. Ada sebuah lagu yang lucu, mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’.
Lagu favorit saya : Unyil, Love To Be Around You, Pulang, Rahwana, All U Can Eat, dll.

  1. Ubiet & Dian HP : Komposisi Delapan Cinta (Puisi : Nirwan Dewanto & Sritok Srengenge)
Komposisi Delapan Cinta merupakan musikalisasi pusi karya Nirwan Dewanto dan Sritok Srengenge oleh Dian HP dan Ubiet. Jika kebanyakan lagu hasil musikalisasi puisi lebih sering diiringi gitar akustik, maka selalu ada suara piano Dian HP yang mengirigi suara unik Ubiet dalam album yang sebagian materinya direkam di Bangun Jiwo Yogyakarta tersebut. Selebihnya ada suara akordeon, cello, flute, klarinet, biola, marimba, dan kontra bas yang memperindah lagu. Di antara lagu-lagu sendu nan syahdu, ada Kuintet (puisi Nirwan Dewanto) yang sangat energik dan menghibur. Setidaknya terdapat dua videoklip dari album ini yang pernah saya simak di Youtube.
            Lagu favorit saya : Menulis Cinta, Kuintet, Penghujung Musim Hujan, Air, dll.


Selasa, 12 Juli 2011

Album Musik Indonesia Layak Dengar Periode Januari-Juni 2011


Biasanya setelah satu tahun berlalu, saya menyusun daftar Album Terbaik Indonesia. Namun ketika tahun 2011 baru separuh jalan, ternyata menurut saya ada sejumlah album yang layak disimak dan didengar. Maka saya pun berinisiatif membuat daftar ini, tapi hanya berdasarkan urutan abjad nama artisnya, dengan disertai beberapa judul lagu favorit saya belaka.


  1. Anggun : Echoes

LFS (lagu favorit saya) : Berkilaulah, Hanyalah Cinta, Silent Vow, Eternal, dll.


  1. Barry Likumahuwa Project : Generasi Synergy

LFS : Generasi Synergy, Twitter Jam, Heart Keeper, Saat Kau Milikku, Kappanya, dll.


  1. Gigi : Sweet 17

LFS : Sahabat, Distorsi Manusia, Bunga Syurgawi, Mana Hati, Smoga Saja, dll.


  1. Jubing Kristianto : Kaki Langit

LFS : Wangi Hujan, Bengawan Solo, Gembira Berkumpul, Sarinande, Blackbird, dll.


  1. Komunitas Jazz Kemayoran : Compilation Chapter One

LFS : Above The Sky, La La Laya, Alexa, Where Do We Go From Here, dll.


  1. Musikal Laskar Pelangi (Original Cast Recording)

LFS : Anak Pelangi, Jari-jari Cantik, Sahabat Alam, Menanti Ayah Menanti Lintang, dll.


  1. Naïf : Planet Cinta

LFS : Karena Kamu Cuma Satu, Planet Cinta, Cuek, Berjalan di Bulan, dll.


  1. Sheila on 7 : Berlayar

LFS : Pasti Ku Bisa, Hujan Turun, Hari Bersamanya, Berlayar Denganku, Bait Pertama, dll.


  1. Trisum : Five in One

LFS : Unyil, Love To Be Around You, Pulang, Rahwana, All U Can Eat, dll.


  1. Ubiet & Dian HP : Komposisi Delapan Cinta (Puisi : Nirwan Dewanto & Sritok Srengenge)

LFS : Menulis Cinta, Kuintet, Penghujung Musim Hujan, Air, dll.


Senin, 27 Juni 2011

Pertanyaan Saya dan Jawaban Mereka di Kompas Kita

Terima kasih saya untuk para idola : Trisum, Ari Lasso, dan KLa Project, yang sudi memerhatikan keingintahuan saya dengan memberikan jawaban atas pertanyaan saya tempo hari melalui rubrik Kompas Kita di harian Kompas.


Kompas, 14 Mei 2010 – Trisum (Balawan, Dewa Budjana, Tohpati)
Apa upaya yang dilakukan Trisum supaya lebih dikenal publik? Bagaimana cara Anda menurunkan "ego" masing-masing?
Luhur Satya Pambudi - Yogyakarta
- Balawan: Setiap personel sudah mendapatkan jatahnya. Jadi, kami enggak pernah memikirkan ego. Intinya, kami mencoba tampil terbaik dengan ciri masing-masing. - DB: Selalu membuat album dan menggelar konser. - Tohpati: Caranya, membuat album, tur ke daerah-daerah. Soal ego, sepertinya kita bisa mengendalikan dengan cara memberi masukan kepada sesama pemain. Kami terbuka dengan kritik yang membangun dan sadar ini adalah grup, jadi harus membuatnya menjadi grup yang utuh.


Kompas, 29 Juni 2010 – Ari Lasso
Akhir-akhir ini banyak artis pengguna narkoba yang ditangkap polisi dan dihukum penjara. Bagaimana Anda melihat fenomena tersebut?
Luhur Satya Pambudi - Yogyakarta
Saya bersyukur tak berurusan dengan hukum sewaktu menjadi pemakai narkoba. Saya prihatin dengan nasib beberapa rekan artis yang mesti berurusan dengan hukum karena narkoba. Akan lebih fair bila hukuman dan perlakuan kepada pemakai dan pengedar dibedakan. Tidaklah fair dan kurang adil apabila pemakai yang sebenarnya juga korban dihukum bersama pengedar dan bandar.


Kompas, 1 Maret 2011 – KLa Project
Mengapa live performance KLa Project dalam sekian tahun terakhir terkesan sangat eksklusif, atau dengan kata lain tiketnya relatif mahal? Sebagai KLanis yang belum jadi orang kaya, saya kangen bisa nonton langsung aksi KLa dengan harga tiket yang terjangkau.
Luhur Satya Pambudi - Yogyakarta
Mahal murah itu relatif. Konser KLa Project relatif lebih murah dibandingkan konser-konser band yang datang dari luar negeri. Lagi pula, kebijakan harga tiket ditentukan oleh promotor atau penyelenggara event. Jadi tidak ada intensi KLa Project untuk membuatnya eksklusif.