Kamis, 06 Oktober 2016

Mengenang Pentas Musik AFC 2015

Tepat setahun silam, 6 Oktober 2015, Pekan Seni Art for Children 2015 dibuka oleh Kepala Taman Budaya Yogyakarta. Anak-anak kelas seni tari mengawali acara pembukaan yang berlangsung di lobi ruang pameran TBY. Mereka dibimbing oleh Putria Dewi, Anastasia Yayuk, Theresia Wulandari, dan beberapa guru lainnya. Anak-anak kelas seni rupa memamerkan karyanya yang berupa lukisan, seni kriya, maupun seni instalasi di ruang pameran. Mereka dibimbing Yuswantoro Adi dan Dwi Winarsih yang dibantu oleh Imam. Pameran berlangsung hingga 11 Oktober 2015 dan pada hari terakhir dipentaskan pula operet kolaborasi "Bumiku Indah" karya sutradara Broto Wijayanto (pembimbing kelas teater) di Concert Hall.



Sehabis acara pembukaan, anak-anak kelas vokal dan ensembel musik unjuk gigi di Concert Hall. Mereka menyanyikan lagu-lagu karya R. Sigit Eko Riyanto (pembimbing kelas vokal), seperti Burung Kenari, Riang-Riang, Ke Sekolah, dan Liburanku. Mereka pun membawakan sejumlah lagu nasional, lagu anak-anak yang akrab di telinga, maupun lagu-lagu daerah. Dwipa Hanggana Prabawa, sebagai arranger dan dirigen orkestra mini yang tampil malam itu, dibantu oleh sejumlah musisi profesional lulusan ISI. Ayah dari putri kecil bernama Damai tersebut merupakan pembimbing kelas musik bersama sang istri, Dewi Kurniawati, dan Adi Darmawan.   



Sejumlah lagu dinyanyikan anak-anak vokal dengan iringan piano -secara bergantian- oleh Luhur Satya Pambudi dan Haryo Praptomo. Beberapa lagu lainnya dibawakan secara instrumentalia oleh anak-anak musik. Ada pula lagu yang merupakan hasil kolaborasi anak vokal dan musik. Gabriela Vibra, Cynthia Zhafira, dan Silmi Fasya menjadi solis tiga lagu dengan iringan orkestra.



Daftar lagu yang dibawakan : Jingle AFC, Masha and The Bear, Burung Kenari, Riang-Riang, Ke Sekolah, Liburanku, Desaku, Lelo Ledhung, Bungong Jeumpa, Soleram, Medley Ondel-Ondel dan Sang Kodok, Lir-Ilir, Bermain, Menyanyi dan Menari, Rek Ayo Rek, Rame-Rame, Yamko Rambe Yamko, Sekuntum Mawar, You'll Be In My Heart, Tanah Air, Indonesia Jaya, Kapan-Kapan.

Terima kasih secara khusus saya ucapkan kepada Saudara Moh. Jauhar al-Hakimi yang membuat video acara malam itu dan diunggah di Youtube dengan tajuk "Pekan Seni AFC 2015" serta membuat reportase keren yang tersaji di situs Satu Harapan.

Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi (satuharapan.com)











Rabu, 05 Oktober 2016

Lir-Ilir (Art for Children TBY)



Lagu Jawa "Lir-Ilir", dibawakan secara instrumentalia oleh anak-anak ensembel musik Art for Children TBY, diaransemen oleh Dwipa Hanggana Prabawa, dalam pentas musik Pekan Seni AFC 2015 yang berlangsung pada 6 Oktober 2015 di Concert Hall TBY. 

Video musik dibuat dan diunggah di Youtube oleh M. Jauhar al-Hakimi.

Lelo Ledhung (Art for Children TBY Feat Cynthia Zhafira)



Lagu Jawa "Lelo Ledhung" karya Markasan, dinyanyikan oleh Cynthia Zhafira, dengan diiringi anak-anak ensembel musik Art for Children TBY, diaransemen oleh Dwipa Hanggana Prabawa, dalam pentas musik Pekan Seni AFC 2015 yang berlangsung pada 6 Oktober 2015 di Concert Hall TBY. 

Video musik dibuat dan diunggah di Youtube oleh M. Jauhar al-Hakimi.

Selasa, 04 Oktober 2016

Pikiran Bening dan Seimbang

Pikiran bening dan seimbang, tak bakal terguncang meski oleh badai teramat kencang. Sebab angin paling dahsyat yang harus ditaklukkan, terletak dalam jiwa setiap orang. (Emha Ainun Nadjib dalam cerpen "Padang Kurusetra")

Apa yang Dibela Pandawa?

Kurawa memang penguasa. Tapi apa gerangan yang hendak dibela oleh para Pandawa? Mereka tidak mewakili rakyat. Mereka hanya mewakili kebenaran : kebenaran masalah mereka sendiri. Kini kebenaran itu tak ada. Tanah ini hanyalah warisan Sang Hyang Wenang kepada rakyat.
(Emha Ainun Nadjib dalam cerpen "Padang Kurusetra")

Senin, 03 Oktober 2016

Konsentrasi Menulis

Yang kita pikirkan dalam konsentrasi menulis adalah menjaga intensitas nalar sebagai potensi rohani kita. Sebagai tulisan, dimulai dari memilih kata menjadi kalimat, harus dikawal nalar, supaya kata-kata tidak seperti kereta tanpa kuda. Kita mesti mengenal betul semua persoalan bahasa. Sekurangnya kita harus menguasai kelenturan bahasa, plastisitas bahasa, bahasa yang kreatif, bahasa yang imaginatif, pendeknya bahasa Indonesia yang pandai karena pengetahuan kita yang mendarahdaging atas semua kunci bahasa, gaya bahasa, kekayaan kosakata. (Alif Danya Munsyi)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Menulis Itu Mengekspresikan Ide

Menulis atau mengarang sebenarnya merupakan seni mengekspresikan ide atau perasaan melalui tulisan, seperti halnya pelukis yang mengungkapkannya dalam bentuk lukisan. 
Hasil tulisan akan mencerminkan kepribadian, pikiran, dan emosi si penulis.
Penulis secara pribadi dan dengan perasaan seni memilih kata, menyusun kalimat, merangkai alinea, dan memilih tema. Setiap penulis memiliki gaya bahasa, bentuk pengungkapan, dan cara penulisan yang berbeda satu dengan yang lain. 

(Lasa Hs)