Tampilkan postingan dengan label kurnia effendi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurnia effendi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2022

Mengenai Buku

 

Mengenai buku, tak ada jalan buntu

Ia selalu memiliki pintu, tempat

kita masuk dan keluar penuh tatu


(Kurnia Effendi dalam puisi "Boekenzolder")

Selasa, 20 September 2022

Cinta Terasa Lebih Ramah


Di negeri yang warganya meninggalkan 

rumah ibadah, cinta terasa lebih ramah

Kepada pundak anak-anak mereka wariskan

kearifan memuliakan manusia, sebab

masa depan tak lagi milik orang tua


(Kurnia Effendi dalam puisi "Maarsenplein")

Senin, 22 Agustus 2022

Sejarah Melahirkan Kita

 

Sejarah telah melahirkan kita, dan kita

akan melahirkan sejarah. Namun sang pemberani

tak pernah kita tahu kapan diumumkan.


(Kurnia Effendi dalam puisi "Di Museum Bronbeek")

Selasa, 02 Agustus 2022

Puisi Serupa Sketsa


Puisi, mungkin serupa sketsa bagi pelukis, saat ditulis awal. Menangkap kesan, menyerap dengan cepat, menggumuli dengan genangan pengalaman, lalu membariskan kata dan membaitkan baris. Impresi-impresi saat merasakan suatu tempat yang saya temui memberikan denyut baru pada nadi dan degup jantung.

(Kurnia Effendi dalam Langkah Awal buku kumpulan puisi "Mencari Raden Saleh")