Tampilkan postingan dengan label kuntowijoyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuntowijoyo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Sejarah Ditulis Banyak Orang


Sejarah sebaiknya ditulis oleh banyak orang, jangan hanya ditulis oleh sebagian orang saja. 

(Kuntowijoyo)

Selasa, 31 Oktober 2017

Hakikat Cerpen

Memakai atau tidak memakai formula, perlu diingat bahwa pada hakikatnya cerpen adalah strukturalisasi adalah karya sastra adalah fiksi adalah “Dunia yang Mungkin”; bukan fakta, jurnalisme, karya ilmiah atau esai filsafat.

(Kuntowijoyo dalam esai "Perihal Cerpen : Strukturalisasi Pengalaman, Imajinasi, dan Nilai")

Kamis, 19 Januari 2017

Kehormatan di Hadapan Manusia

Dia memutuskan lebih baik takut kepada Tuhan. Dengan ketetapan itu dia merasa tenteram. Sekarang dia harus menghadap-Nya. Yang penting adalah bagaimana Dia memandangnya. Orang-orang itulah yang mengangkatnya sebagai khatib dan imam, merekalah juga yang sekarang menjatuhkan siksa kepadanya. Kehormatan di hadapan manusia selalu disanksi dengan penghinaan.

(Kuntowijoyo dalam cerpen "Burung-Burung Kecil Bersarang di Pohon")

Senin, 08 Agustus 2016

Jiwa Tenang, Perbuatan Sopan


"Kalau jiwamu tenang, perbuatanmu sopan. Kalau jiwamu gelisah, perbuatanmu kasar." 

(Kuntowijoyo dalam cerpen "Dilarang Mencintai Bunga-Bunga")

Sabtu, 26 April 2014

Presiden Bisa Diam, Ketua RT Tidak

Dia pasti tidak tahu bahwa pekerjaan Ketua RT itu jabatan paling konkret di dunia : mengurus PBB, semprotan DB, kerja bakti membersihkan selokan, menjenguk orang sakit, pidato manten, dan banyak lagi. Presiden bisa diam, Ketua RT tidak.

(Kuntowijoyo dalam cerpen RT 03 RW 22 Jalan Belimbing atau Jalan "Asmaradana")