Selasa, 27 Mei 2014

Buku yang Dibaca pada Januari-April 2014

Dari sejumlah buku yang saya baca selama kuartal pertama 2014, ada buku yang saya beli dan ada pula yang saya pinjam. Sebagian sudah saya baca hingga tuntas, tapi ada yang masih belum rampung.  Sebenarnya ingin saya mencatat kesan-kesan atas buku tersebut, seperti yang biasa dilakukan oleh para pembaca yang tekun mencatat. Tapi sementara ini biarlah menjadi statistik belaka yang tak terlalu bermakna.














Buku yang Kubeli
Fiksi
The Old Man and The Sea/Lelaki Tua dan Laut (Ernest Hemingway), Seperti Sungai yang Mengalir (Paulo Coelho), Kitab Suci Kesatria Cahaya (Paulo Coelho), Perempuan (Mochtar Lubis), Bulan Memerah (Abednego Afriadi), Simbiosa Alina (Pringadi Abdi - Sungging Raga), Corat-Coret di Toilet (Eka Kurniawan), Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta (Puthut EA), Surga di Warung Kopi (Sidik Nugroho).
Nonfiksi
Semangat Membatu (F.X. Rudy Gunawan & Guntur Cahyo Utomo), Sisi Lain Istana (J. Osdar), Indonesia Punya Cerita - Kebiasaaan dan Kebudayaan Unik yang ada di Indonesia (Yusuf & Toet).



Buku yang Kupinjam
Markesot Bertutur (Emha Ainun Nadjib), Spiritual Journey – Pemikiran & Permenungan Emha Ainun Nadjib (Prayogi R. Saputra), Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan (Tasaro GK).



Jumat, 23 Mei 2014

Andai Tak Menemukan Kebaikan Seseorang

Andaikata tidak menemukan kebaikan yang bisa diceritakan tentang seseorang, lebih baik Anda mengunci bibir erat-erat dan Anda akan bersyukur kemudian. (Shakespeare)

Mengapa harus mencari-cari kesalahan orang lain? 
Kita tidak mendapat imbalan apa-apa.
(Duc de la Rochefoncauld)

Kamis, 22 Mei 2014

Sisi yang Terlihat dan Tersembunyi

Sebenarnya semua orang memiliki banyak sisi dalam keseharian hidupnya. Ada sisi yang terlihat dan sisi yang tersembunyi, entah disengaja maupun tidak. Namun kadang kita terlalu cepat terkesan pada sisi yang terlihat. Jika yang mengesankan bersifat baik mungkin tak jadi masalah, tapi jika sebaliknya memang bisa jadi masalah atau bahkan fitnah.

Selasa, 13 Mei 2014

Saling Menghargai dan Menjaga

Saling menghormati, saling menghargai, saling memuliakan, dan menjaga untuk tidak saling menyakiti adalah kewajiban kemanusiaan. Juga tidak merasa terganggu dengan keyakinan orang lain.

(Cak Nun)

Senin, 12 Mei 2014

Pendidikan dari Orangtua

Pendidikan paling utama yang bisa menyelamatkan anak adalah orangtuanya, karena amanah cinta dari sang amanah, orangtua adalah sekolah bagi anaknya.
Dan kata sebuah pepatah Afrika : Kita memerlukan banyak orang untuk membesarkan seorang anak, tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah.

(Kang Maman - No Tulen ILK)

Rabu, 07 Mei 2014

Melupakan Moralitas dan Budi Pekerti

Kita hanya mengejar nilai matematika, fisika, biologi, IPS, Bahasa Inggris, dan melupakan moralitas. Pendidikan yang paling penting untuk anak-anak kita adalah budi pekerti. Ini yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara dan hal itu yang sekarang dilupakan. Kita akan mengembalikan roh pendidikan bangsa ini.

Semuanya ajaran beliau masih relevan : budi pekerti, sopan santun, kejujuran, juga kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara. 


(Joko Widodo)

Sabtu, 03 Mei 2014