Kata-kata bisa digunakan untuk berdusta. Tapi sesungguhnya kata-kata adalah air yang mengalir dengan jujur. Dibelokkan, diluruskan, atau ditahan, air hanya ingin selalu jujur mengalir.
(Sindhunata dalam kata pengantar buku Air Kejujuran)
Kata-kata bisa digunakan untuk berdusta. Tapi sesungguhnya kata-kata adalah air yang mengalir dengan jujur. Dibelokkan, diluruskan, atau ditahan, air hanya ingin selalu jujur mengalir.
(Sindhunata dalam kata pengantar buku Air Kejujuran)
Dunia sepak bola adalah dunia sport. Dalam dunia sport itu manusia sering didorong oleh emosi dan perasaannya. Kegembiraan, kesedihan, dan kemarahan adalah perasaan-perasaan yang menguasai sepak bola.
(Sindhunata dalam esai tahun 1997 di buku Air Mata Bola)
“Apakah artinya samudra yang luas dan dalam, bila cinta ingin mengarungi dan terjun di dalamnya, Kawanku?” tanya Anila dalam lagunya. Serentak para kera berhenti, sambil menari-nari mereka pun menjawab nyanyian Anila.
“Samudra itu akan menjadi telaga, dan cinta akan menjadi sepasang golek kencana di permukaan airnya. Hilanglah kedalaman lautan, musnahlah luas samudra, dan mandilah sepasang golek-kencana, bersiram-siraman dengan air telaga.”
(Sindhunata dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin)