Tampilkan postingan dengan label Sindhunata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sindhunata. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2025

kata-kata adalah air yang mengalir dengan jujur

 

Kata-kata bisa digunakan untuk berdusta. Tapi sesungguhnya kata-kata adalah air yang mengalir dengan jujur. Dibelokkan, diluruskan, atau ditahan, air hanya ingin selalu jujur mengalir. 

(Sindhunata dalam kata pengantar buku Air Kejujuran)

Senin, 24 Oktober 2022

Perasaan-perasaan yang Menguasai Sepak Bola

 

Dunia sepak bola adalah dunia sport. Dalam dunia sport itu manusia sering didorong oleh emosi dan perasaannya. Kegembiraan, kesedihan, dan kemarahan adalah perasaan-perasaan yang menguasai sepak bola.

(Sindhunata dalam esai tahun 1997 di buku Air Mata Bola)

Kamis, 30 September 2021

Samudra Menjadi Telaga

 

“Apakah artinya samudra yang luas dan dalam, bila cinta ingin mengarungi dan terjun di dalamnya, Kawanku?” tanya Anila dalam lagunya. Serentak para kera berhenti, sambil menari-nari mereka pun menjawab nyanyian Anila. 

“Samudra itu akan menjadi telaga, dan cinta akan menjadi sepasang golek kencana di permukaan airnya. Hilanglah kedalaman lautan, musnahlah luas samudra, dan mandilah sepasang golek-kencana, bersiram-siraman dengan air telaga.”

(Sindhunata dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin)

Sabtu, 21 Desember 2019

Peluncuran Buku Air Kejujuran di BBY



Kamis malam lalu (19/12/19) menghadiri peluncuran buku Air Kejujuran dan Air Kata Kata karya Sindhunata di Bentara Budaya Yogyakarta. Sejumlah seniman menampilkan karya Romo Sindhu dengan caranya masing-masing, seperti dengan tembang diiringi siter, pantomime, musik humor, dan musikalisasi puisi. Gendhis Gandhes yang terdiri dari tiga perempuan ayu berkebaya yang memainkan siter membuka acara dengan ayem tentrem. Bagus Mazasupa sebagai artis pamungkas akhirnya justru mengiringi sang penyair yang menyanyikan puisinya sendiri dengan gayeng. 


Sehabis acara menemui Romo Sindhunata untuk meminta tanda tangan di buku terbarunya. Setiap pembelian buku pada malam itu mendapat bonus buku berjudul Ngencani Ngancani karya Setyaningsih dan kawan-kawan. Selamat untuk Romo Sindhu atas dua buku anyarnya.