Tampilkan postingan dengan label catatan ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan ringan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2022

Selamat Tinggal Tahun 2022




November 2022 lalu mendapat kesempatan menapakkan kaki di sejumlah tempat yang baru pertama kali didatangi dan berkenalan dengan orang-orang baru pula. Turut berpartisipasi dalam acara Pekan Budaya Difabel hari kedua di Imogiri bersama para remaja putri asuhan Pak Rafael Sigit. Terasa menyenangkan bisa kembali tampil di atas panggung bersama mereka yang mayoritas sudah saya kenal sejak mereka masih bocah.

Selain itu menjadi pengganti kakak saya di Sekolah Alam Beniso untuk mendampingi anak-anak asuh Bunda Novie pentas di tiga wahana berbeda menghadirkan impresi tersendiri.

Tahun 2022 merupakan masa kebangkitan bersama setelah sekitar dua tahun pandemi mengobrak-abrik kehidupan kita. Puji syukur kepada Allah SWT. Terima kepada semua makhluk Tuhan, dunia, dan alam semesta. Semoga bakal lebih apik segala aspek kehidupan kita. 

Foto : @pekanbudayadifabel dan @sekolahalambeniso

Selasa, 31 Mei 2022

Pertemuan Berikutnya


Terdapat pertemuan-pertemuan berikutnya ketika Mei 2022 masih tersisa. Ada keceriaan yang senantiasa tercipta dari satu acara ke acara lainnya.

Dua keluarga besar makan siang di sebuah restoran demi merayakan pernikahan salah satu anggotanya. Sebelum itu warga RT 25 sempat mengadakan acara Syawalan Halal bi Halal yang sudah lama tiada.

Keluarga Besar Djajadiwangsa cabang Yogyakarta bisa kembali berkumpul di sebuah rumah, setelah dua tahun lebih tak berjumpa pada tengah pekan yang bertepatan dengan hari libur nasional.

Segelintir orang yang pernah satu sekolah ketika SMP sejenak bertemu di sebuah wahana kuliner. Biarpun pesertanya sedikit saja, yang penting terjalin lagi silaturahmi. (LSP)





Selasa, 10 Mei 2022

10 Hari Awal Mei


Dalam 10 hari awal Mei 2022 sejumlah kejadian berkesan telah dilewati. Hari pertama Mei 2022 adalah hari terakhir Ramadan 1443 H. Setelah buka puasa pamungkas, hujan turun sekejap pada malam takbiran. Pada hari berikutnya, untuk pertama kalinya kami kembali melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah di tanah lapang, setelah dua tahun masa pandemi kami melakukannya di rumah saja. Yogyakarta selama beberapa hari menjadi lebih sesak karena begitu banyak yang melakukan mudik tahun ini. Pertanda situasi dan kondisi bangsa ini sudah kian membaik sebenarnya. 

Kami berkesempatan berkumpul lagi dengan saudara-saudara, termasuk bertemu mereka yang sudah lama tidak pulang ke Yogyakarta. Pelbagai kisah pun dibicarakan. Beraneka ragam makanan dan minuman yang terhidang pun dinikmati bersama. Sukacita yang tercipta terasa berbeda. 

Berziarah ke makam orangtua dan para pamong di makam Karangkajen, TMP Kusumanegara, dan Taman Wijaya Brata kembali dilakukan tahun ini. Semoga mereka yang sudah tiada baik-baik kabarnya di alam sana. Semoga kami bisa tetap melanjutkan jejak-jejak kebaikan mereka di atas buana. Selagi waktu masih ada.

(LSP)



Sabtu, 29 November 2014

November Ceria di Jakarta

Melewati tiga hari nan cerah di Jakarta bersama banyak teman dengan suasana hati ceria, hujan baru turun ketika kami beranjak meninggalkan ibukota. Selasa pagi pun tengah cerah ceria menyambut kami kembali di Yogyakarta.
(LSP)

Rabu, 23 April 2014

Nostalgia dan Hari Buku Sedunia

Bocah-bocah bisa bermain dari satu rumah ke rumah yang lain dengan nyamannya. Biasanya di rumah saya, kami membaca buku-buku koleksi saya dan kakak perempuan saya. Ada novel anak-anak karya Enid Blyton, komik Tintin, komik Superman, buku pengetahuan bergambar, dan banyak judul buku lainnya, sampai majalah anak-anak yang dahulu terkenal seperti Bobo maupun Ananda, yang memiliki bonus komik wayang karya Teguh Santosa. Banyak pengetahuan telah kami dapatkan dengan membaca bermacam-macam buku sedari kami kecil dahulu.

(nostalgia masa kecil sekaligus memperingati "hari buku sedunia")