Sabtu, 28 September 2013

Rahmat Ketidaktahuan

Ada orang yang disayang Allah dengan kepandaian, tapi ada pula yang dilindungi dengan kebodohan. Indonesia ini rusak karena Allah sedang mengazab orang-orang pandai yang dengan kepandaiannya menipu dan memperdaya orang lain.
                                                          

Kadang-kadang ketidaktahuan merupakan rahmat. Ada saat-saat dimana kita sebaiknya tidak tahu. Oleh karena itu Allah memberikan keterbatasan dimensi kepada manusia, sehingga yang mampu diinderanya pun sangat terbatas. Begitu masuk ke dimensi berikutnya, manusia akan melihat warna dan bentuk yang sama sekali berbeda, yang kita tak punya perbendaharaan kata untuk menceritakannya. (Cak Nun)

Kamis, 19 September 2013

Harapan, Kekecewaan, dan Rezeki Tak Terduga

Ketika sejumlah harapan tak kunjung kesampaian, layaklah jika hadir kekecewaan. Namun pada lain kesempatan, Tuhan justru kerap memberikan anugerah dan rezeki tak terduga yang lebih bermakna, bahkan jauh melebihi asa kita.

Senin, 02 September 2013

Tulisan Tak Bisa Dilenyapkan

Bagi seorang penulis, cara terbaik untuk berbicara adalah dengan menulis. Semua yang perlu saya katakan ada di dalam karya-karya saya. Omongan akan sirna tertiup angin, tapi kata-kata yang tertulis tak akan pernah bisa dilenyapkan. (Mo Yan)


Jumat, 30 Agustus 2013

Cita-cita Datar

Ancaman terbesar bagi keberhasilan hidup kita bukan berasal dari menggantungkan cita-cita setinggi langit hingga tak mampu mencapainya secara penuh, melainkan berasal dari pematokan cita-cita terlalu datar hingga mudah meraihnya. (Michaelangelo)

Selasa, 27 Agustus 2013

Proses Menulis Sunyi

Proses menulis adalah proses yang sunyi. Menulis adalah kerja kesendirian dan seharusnya tidak diributkan oleh orang lain. (Ernest Hemingway)

Kamis, 22 Agustus 2013

Agama Kemah Pengembara

Semua manusia sama tidak tahu dan sama rindu.
Agama adalah kemah para pengembara.
Menggema beragam doa dan puja.
Arti yang sama dalam bahasa berbeda-beda.


(W.S Rendra dalam puisi ‘Gumamku, ya Allah’)

Konsistensi Sikap dan Perilaku

Nilai penting dari perjalanan hidup Pandawa bahwa keutamaan hidup ialah konsistensi pada sikap dan perilaku luhur, meski begitu beratnya tantangan dan godaan. Jadi bukan sekadar hidup adalah perjuangan (life is struggle), melainkan hidup adalah ’laku prihatin’ karena tujuan akhir hidup ialah kenikmatan hakiki di alam kelanggengan.
(Ono Sarwono dalam esai Pandawa Mudik)