Selasa, 23 Maret 2010

Energi Inspirasi Tanpa Batas

Biarkan energi seniman melanglang tanpa batas, karena sesungguhnya energi inspirasi itu memang tak berbatas.(Fariz RM – musisi Indonesia)

Ciptakan Seni untuk Masyarakat

Jangan menciptakan seni untuk para seniman ataupun kaum intelektual. Ciptakan seni untuk masyarakat. Dan jika kamu mampu menyentuh hati seseorang dalam hidupnya dan membuatnya berbeda, kamu telah berhasil.(Ray Conniff - musisi Amerika)

Sabtu, 27 Februari 2010

Anugerah Kecerdasan dan Pengetahuan (Kahlil Gibran)

Tuhan telah menganugerahkan kecerdasan dan pengetahuan kepadamu. Janganlah kamu padamkan pelita cinta itu dan jangan biarkan lilin kearifan mati dalam kegelapan nafsu dan kesalahan, karena orang yang bijak mendekati manusia dengan obornya untuk menerangi jalan umat manusia.(Kahlil Gibran)

Selasa, 02 Februari 2010

Menulis Perlu Keikhlasan

Menurut Prof.Suminto A.Sayuti, menulis itu pun perlu keikhlasan. Jika sedang tidak bisa menulis kok dipaksakan, nanti jadinya ibarat onani, hasilnya hanya sampah. Itulah salah satu hal yang dapat kucatat dari acara Bincang-Bincang Sastra edisi Januari 2010 yang berlangsung hari Minggu (31/1) di ruang seminar TBY. Malam itu merupakan saat peluncuran buku ’Menggambar Angin’ - dokumentasi 70 puisi Hari Leo AER, seorang seniman multibakat Jogja, yang merupakan pionir utama acara BBS, yang telah berlangsung lebih dari 50 kali. Aku sendiri sepertinya baru untuk kelima kalinya mengikuti acara tersebut.

Sebagai wujud apresiasi untuk Hari Leo AER, maka ditampilkan sejumlah puisi karya beliau yang dibaca oleh aktor Whani Dharmawan dan sejumlah nama (maaf, tidak hafal), serta musikalisasi puisi oleh Untung Basuki dan dua komunitas seni mahasiswa. Aku setuju bahwa mestinya sudah saatnya ada penghargaan khusus dari pemerintah untuk Hari Leo AER, atas kerja keras dan dedikasi penuhnya terhadap perkembangan seni budaya di Yogyakarta.

Ulasan Prof.Suminto, guru besar dari UNY serta tanya jawab dengan beberapa orang cukup menambah wawasan pengetahuan para penggemar sastra yang hadir malam itu, termasuk bagiku sendiri pastinya. Sebagai bentuk penghormatanku bagi Mas Hari, kubelilah ’Menggambar Angin’ yang langsung ditandatangani oleh penulisnya. Sehabis itu aku sempat menyapa Mas Joni Ariadinata, redaktur majalah sastra Horison. Banyak sekali hal yang ingin kutanyakan, tapi sangat sedikit yang sempat tercetus. Sekali waktu, mungkin aku mesti berkunjung ke rumahnya, seperti yang pernah ditawarkannya kepadaku. Masih banyak jalan untuk terus belajar dan belajar.

Dengan Bahasa Cinta (Hari Leo AER)

Dengan bahasa cinta

kita pernah menawar malam

untuk tidak segera bergegas pulang


Yogya 2008

Sabtu, 16 Januari 2010

Seniman Berkesan Nyeleneh (Fariz RM)

Seniman – karena namanya berorientasi kreativitas - memiliki pendapat dan gagasan yang berbeda dari pemikiran umum. Parameter yang mereka gunakan tidak sama dengan banyak orang, sehingga berkesan nyeleneh dan ingin bebas tak terikat di mata pendapat umum. (Fariz RM)

Rabu, 13 Januari 2010

Karya Sastra dan Makna Peristiwa (Ismet Fanany)

Karya sastra tidak hanya berkisah tentang manusia, tingkah lakunya atau tentang tempat, tapi juga merenung tentang makna sebuah peristiwa, tentang akibat tingkah laku manusia. (Ismet Fanany)